Anak-Anak Tidak Kebal Covid-19

Created By

Berdasarkan data, anak-anak bahkan bayi ada yang tertular Covid-19. Walaupun data menunjukkan bahwa anak-anak jarang tertular, dan bila tertular pun jarang yang mengalami sakit berat atau sampai meninggal, penularan pada anak-anak tetap harus ditekan seminimal mungkin. Alasannya, anak berpotensi menjadi sumber penular bagi orang lain seperti ke teman bermain, saudara, orang yang tinggal serumah, atau orang-orang yang melakukan kontak erat dengan anak tersebut.

Anak yang terlihat sehat dan merasa sehat belum tentu tidak menderita Covid-19. Anak yang menderita Covid-19 tanpa menunjukkan gejala sakit dapat menularkan Covid-19 kepada orang di sekitarnya.

Semakin banyak anak yang tertular Covid-19, maka semakin tinggi kemungkinan anggota keluarganya tertular Covid-19. Jika anggota keluarga yang tertular adalah yang berusia lanjut atau menderita penyakit penyerta (kegemukan, hipertensi, penyakit jantung, diabetes, penyakit paru kronis, kanker, gangguan imun, dll) maka angka kematian akan meningkat. Angka kematian juga meningkat pada penderita yang memiliki kebiasaan merokok.

Sebaiknya anak-anak tetap berada dalam rumah, kecuali untuk keperluan yang sangat penting atau mendesak. Jika anak-anak terpaksa harus keluar rumah, misalnya untuk mendapatkan vaksinasi, anak-anak dan orang yang mengantar perlu melakukan protokol pencegahan penularan Covid-19 dengan benar, yaitu:

  • memakai masker dengan benar
  • menjaga jarak
  • menghindari kerumunan dan ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk
  • mencuci tangan
  • menjaga imunitas tubuh anak
  • secepatnya pulang ke rumah setelah urusan selesai.

 

Pemakaian masker tidak dianjurkan pada beberapa situasi seperti:

  • anak berusia di bawah 2 tahun
  • anak dengan disabilitas termasuk dengan gangguan kognitif, gangguan intelektual, gangguan perkembangan, atau gangguan perilaku
  • anak dengan gangguan pernapasan
  • anak yang tidak mampu melepas masker tanpa bantuan orang lain.

 

Pada anak di bawah 2 tahun, pemakaian masker dan perisai wajah tidak dianjurkan karena ukuran saluran pernapasan yang kecil, anak sulit bekerja sama, dan keterbatasan kemampuan anak untuk melepas masker. Sebaiknya anak tetap berada dalam rumah.

Jika benar-benar terpaksa harus membawa anak di bawah 2 tahun keluar rumah, gunakan kereta dorong dengan kain penutup pada kereta dorong atau menggunakan kain untuk menutupi anak dalam gendongan. Pengawasan harus senantiasa dilakukan terhadap kondisi anak selama berada dalam kereta dorong atau dalam gendongan. Orang dewasa yang berada di sekitar anak wajib mengenakan masker. (dr. Santi/Medical Center KG @kenapayadok.com)

Content Writer

AGATHA TRISTANTI

Corporate Branding Analyst

KOMPAS GRAMEDIA - CORPORATE COMMUNICATION