JAKARTA, 28 JANUARI 2026 — Konser Amal “Gitaris untuk Negeri: Donasi untuk Pemulihan Sumatera” yang digelar Kompas Gramedia di Studio 1 KompasTV, Jakarta, Senin (26/1/2026) malam, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh solidaritas. Sebanyak 18 gitaris, 9 penyanyi, serta 15 pelukis bersatu mengajak publik berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan melalui musik, pameran, serta lelang karya seni bagi pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera.
Konser ini disiarkan secara langsung melalui KompasTV dan berbagai kanal KG Media secara “live streaming” sehingga memungkinkan masyarakat di berbagai daerah ikut terlibat dalam aksi solidaritas nasional tersebut. Sejumlah lagu ikonik menggema sepanjang malam, mulai dari “Tarik Pukat”, “Kampuang Nan Jauh”, “Dan”, “Bendera”, “Damainya Cinta”, “Panggung Sandiwara”, hingga “Laskar Pelangi”. Kolaborasi lintas generasi para gitaris dan penyanyi menghadirkan suasana reflektif sekaligus membangkitkan semangat kebersamaan.
Konser ini melibatkan sejumlah gitaris ternama, antara lain Andre Dinuth, BAIM, Denny Chasmala, Dewa Budjana, Edi Kemput, Endah Widiastuti, Eet Sjahranie, Eross Candra, Ezra Simanjuntak, Gugun Blues Shelter, Ian Antono, Jubing Kristianto, Kin The Fly, Kongko Cadillac, Ramadhista Akbar, Ridho Hafiedz, Stanly Bactian, dan Tohpati.
Mereka berkolaborasi dengan para penyanyi, seperti Arda Hatna, Dira Sugandi, Ipang Lazuardi, Lea Simanjuntak, Nadhif Basalamah, Nyak Ina Raseuki (Ubiet), Sandy Canester, Tantri Syalindri, dan Uap Widya.
Gitaris Endah Widiastuti menyampaikan bahwa musik menjadi medium kuat untuk menyuarakan empati kepada sesama. “Ini adalah salah satu cara kami menunjukkan bagaimana musisi sangat peduli dengan aksi kemanusiaan, memberi motivasi buat semuanya untuk bisa berdonasi,” ujarnya.
Di sela-sela konser, para musisi juga mengajak publik untuk berdonasi. Seluruh dana yang terkumpul disalurkan melalui Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) untuk mendukung tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.
Ketua Yayasan DKK Gesit Ariyanto, menegaskan bahwa dukungan publik sangat dibutuhkan dalam fase pemulihan jangka panjang. “Seluruh hasil donasi akan disalurkan untuk membantu pemulihan Sumatera. Yayasan DKK akan menyalurkan bantuan untuk pembangunan fasilitas pendidikan di Pidie Jaya dan Aceh Timur pada bulan Februari atau Maret 2025. Kami juga sedang menjajaki untuk menyalurkan donasi untuk pemulihan dan pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Bersama dengan itu, DKK akan bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mencari kemungkinan penyaluran bantuan di sektor lain, seperti ekonomi masyarakat," katanya.
Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Arief Nugraha menambahkan, Sumatera masih membutuhkan dukungan semua pihak untuk memulihkan diri dampak akibat banjir dan longsor akhir November 2025. “Mewakili Kompas Gramedia, kami mengucapkan terima kasih untuk Komunitas Gitaris untuk Negeri, para penyanyi, para pelukis peserta lelang, para donatur, dan semua pihak yang membantu program ini. Kegiatan ini semakin membuktikan, bahwa kita adalah bangsa yang punya solidaritas tinggi,” katanya.
Selain kolaborasi para gitaris, penampilan para penyanyi juga memberi warna emosional sepanjang konser. Penyanyi Dira Sugandi mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat dalam gerakan kemanusiaan ini. “Semua orang terkoneksi dengan musik, apa pun background-nya, apa pun profesinya, musik itu menyatukan. Musik bisa menggerakkan hati, melakukan sesuatu yang mulia untuk membantu saudara-saudara kita.”
Di luar panggung utama, pameran dan lelang karya seni di selasar Studio 1 KompasTV menjadi bagian penting dalam rangkaian penggalangan dana. Selain lukisan karya para seniman, empat buah gitar yang ditandatangani seluruh gitaris dan penyanyi yang tampil turut dilelang untuk publik. Usai konser, pameran dilanjutkan di Bentara Budaya Jakarta, 20-31 Januari 2026. Program ini menampilkan lukisan karya 15 seniman, yakni Afriani, Asmo Adji, Emmy Go, Eko Hand, Kusdianti, Putu Fajar Arcana, Saskia Gita Sakanti, Supantono, Tri Suharyanto, Laiqa Twins (Niki & Rubi), Ilham Khoiri, Ika W. Burhan, Setiyoko Hadi, serta Wiwik Oratmangun.
General Manager Bentara Budaya & Communication Management Kompas Gramedia Ilham Khoiri mengungkapkan, hasil lelang ini sepenuhnya menjadi donasi untuk Pemulihan Sumatera. Seniman mengekspresikan kepeduliannya melalui hibah karya seni. “Melalui seni yang bersifat universal, masyarakat juga bisa berdonasi untuk membantu sesama,” kata Ilham, yang juga turut menyertakan karyanya dalam lelang.
Hingga akhir konser, total donasi yang terkumpul dalam satu malam mencapai Rp874.335.764 yang berasal dari kontribusi masyarakat baik melalui donasi langsung maupun pembelian lukisan dan gitar lelang.
Sebelumnya, DKK juga telah menggalang donasi publik pada periode 28 November–21 Desember 2025 dan terkumpul total donasi Rp5.067.820.335. Sebagian donasi itu disalurkan pada Sabtu (29/11/2025) bersama KOLINLAMIL, Minggu (7/12/2025) bersama Forum Komunikasi Daerah Kompas Gramedia, Kamis (1/1/2026) bersama Palang Merah Indonesia, dan Selasa (20/1/2026) bersama Gramedia Banda Aceh.
Kompas Gramedia memastikan bahwa penggalangan donasi untuk pemulihan Sumatera akan terus dibuka hingga 11 Februari 2026. Seluruh hasil donasi akan diumumkan kepada publik melalui berbagai kanal KG Media sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Melalui konser amal ini, Kompas Gramedia kembali mengajak masyarakat bergandeng tangan, menguatkan solidaritas kemanusiaan demi membantu Sumatera bangkit kembali.
CONTINUE READING