Istilah PM2,5 kembali menjadi topik hangat setelah tenggelam usai kehebohan polusi udara di tahun 2019-2023. PM2,5 adalah partikel polutan berbentuk padat di udara yang ukurannya sangat kecil yaitu 2,5 mikrometer atau lebih kecil dari dengan 1/30 dari diameter rambut manusia. Karena ukurannya yang super kecil, maka partikel ini dapat dengan mudah lolos dari rambut hidung dan selaput lendir hidung, masuk menembus paru-paru, menyusup ke dalam aliran darah. Semakin kecil ukuran partikel, semakin mudah menyusup ke aliran darah. Berbagai masalah kesehatan akan timbul sesuai dengan komposisi partikel PM2,5: logam berat, hidrokarbon aromatik, mikroplastik, dll.
Asal Muasal PM2,5
Saat ini, Indonesia tengah mengalami masa kelam dalam urusan udara bersih. Banyak area digolongkan “Tidak Sehat” dalam indeks kualitas udara.
Beberapa sumber penghasil PM2,5 adalah:
- aktivitas industri dan PLTU berbahan batu bara
- kebakaran hutan dan lahan
- kebakaran TPA
- emisi kendaraan bermotor
- kebiasaan membakar sampah
- aktivitas merokok.
Dampak Buruk PM2,5 Bagi Kesehatan
Sistem pernapasan. Bisa timbul iritasi tenggorokan, sakit tenggorokan, batuk kering, sesak napas, bersin, infeksi saluran napas. Penderita asma dan PPOK, anak-anak lebih rentan. Dalam jangka panjang bisa memicu kanker paru.
Sistem peredaran darah. Memicu peradangan pembuluh darah, meningkatkan risiko serangan jantung, aritmia, stroke.
Sistem pencernaan. Berpotensi merusak lapisan dinding usus dan mengganggu keseimbangan mikrobioma usus juga mengganggu fungsi hati, penyakit hati kronis, kanker hati.
Sistem ekskresi. Berpotensi mengganggu fungsi penyaringan ginjal, meningkatkan risiko gagal ginjal dan masih diteliti kaitannya dengan kanker ginjal.
Sistem reproduksi. Dapat menurunkan kesuburan, pada wanita memicu terjadinya PCOS dan endometriosis. Pada ibu hamil dapat memicu bayi lahir dengan berat badan rendah, prematur. Pada anak kecil dapat memicu gangguan tumbuh kembang.
Kulit. Merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier), mempercepat penuaan dini dan hiperpigmentasi kulit, memicu dan memperparah peradangan kulit seperti jerawat, eksim, psoriasis.
Gangguan lainnya. Memicu demensia, depresi, dan kecemasan.
Panduan Pencegahan Polusi PM2,5
- Usahakan berada dalam rumah jika polusi sedang tinggi.
- Tutup akses udara dari luar saat polusi sedang tinggi: pintu, jendela, dan celah-celah yang ada. Sekaligus usahakan meminimalkan polusi dalam rumah misalnya tidak merokok atau menggunakan obat nyamuk bakar, spray (hair spray, spray pengharum ruangan).
- Gunakan penjernih udara yang dilengkapi dengan filter HEPA. Dalam sebuah studi, ini dapat menurunkan PM2,5 sekitar 16,5%. Letakkan tanaman berdaun lebar dan bertekstur dalam ruangan. Dalam studi tersebut, efektivitasnya dalam menurunkan PM2,5 berkisar 4-5%. Tapi jika penjernih udara dipadukan dengan tanaman maka efektivitas keduanya jadi sekitar 27,6%.
- Cek aplikasi pemantau udara sebelum bepergian. Jika tingkat konsentrasi PM2,5 tinggi dan terpaksa harus beraktivitas luar ruangan, maka:
- Usahakan seminimal mungkin waktu yang dihabiskan di luar ruang.
- Hindari berada di antara gedung-gedung tinggi tanpa pepohonan karena sirkulasi udara buruk dan tidak ada “penyaring” sehingga konsentrasi polutan bisa lebih tinggi.
- Gunakan masker N95, KN95, atau KF94 ketat pada wajah.
- Ketika pulang: segera ganti pakaian, simpan di tempat tertutup dengan perlahan (partikel PM2,5 dapat menempel pada pakaian dan lepas dengan guncangan), bilas hidung, dan berkumur.
- Terapkan gaya hidup sehat termasuk konsumsi makanan tinggi antioksidan dan perbanyak minum air putih.
Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia