Skenario kalau varian Andes masuk ke Indonesia
Secara logika, mungkin-mungkin aja Andes masuk ke Indonesia. Bisa masuk lewat via orang yang terinfeksi atau lewat hewan yang “diimpor”, terutama golongan pengerat: tikus. Bisa aja ada pecinta hewan eksotis, lha, si ikan sapu-sapu itu bisa ada di Indonesia, padahal asli Amerika. Atau si tikus numpang di kargo impor barang.
Seandainya pun Andes masuk Indonesia, secara ilmu, sulit menjadi cikal bakal pandemi lagi. Hantavirus biasanya punya inang spesifik, setiap varian punya hobi ngekost (baca bersarang, menyerang) di spesies tertentu. Varian Andes pilih tikus Long-tailed Pygmy Rice Rat yang cuma ada di Amerika. Tikus Indonesia? Nggak cocok, varian ini ogah tinggal di tikus lokal. Selain itu, penularan tidak semudah COVID-19, influenza, atau cacar air. Butuh kontak erat dan fase penularan baru terjadi ketika orang bergejala.
Tugas kita ketika nanti si Andes masuk Indonesia adalah menjaga agar hanya staycation aja, nggak sampai menetap! Jangan bawa hewan pengerat asing masuk, tekan populasi tikus, dan stay at home kalau lagi sakit. Gampang, kan?