Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Asap Rokok Bisa Hilang, Tapi Kerak Racun Stay Slay di Ruangan

Banyak yang mikir kalau bakalan aman ngerokok atau ngevape di mobil sambil buka jendela. Asap rokok auto ngilang bareng angin. Tapi ternyata bahaya laten tetap mengintai! Siapapun yang masuk ke mobil itu, termasuk kamu juga, akan jadi perokok pihak ketiga!

Apa itu perokok pihak ketiga?

Kalau ditanya perokok aktif dan perokok pasif pasti sudah paham. Perokok pihak ketiga belum sepopuler itu!

Perokok pihak ketiga sering disebut sebagai perokok tersier.

Definisinya adalah orang yang tidak merokok, tidak terpapar atau menghirup asap rokok secara langsung tapi terpapar dengan residu asap rokok yang melekat di permukaan benda (meja, kursi, dinding, pakaian, dll), termasuk di tubuh perokok (kulit, rambut, dll).

Komponen gas terutama yang sangat volatil seperti karbon monoksida akan menguap dan menghilang. Tapi sebagian besar zat yang terlarut dalam asap rokok akan tertinggal seperti:

  1. Komponen gas yang semi volatil misalnya:
    • nikotin, ini merupakan komponen paling dominan
    • tobacco-specific nitrosamines, ini termasuk anggota gerombolan zat karsinogen, pengundang kanker
    • polycyclic aromatic hydrocarbons, ini juga anggota geng karsinogen
    • naphthalene dan phenol, ini sebenarnya bahan baku untuk bikin kapur barus dan pestisida

2. Partikel padat dalam asap rokok seperti:

  • logam berat: timbal, kadmium, arsen, kromium, sebagian termasuk karsinogenik, sisanya bisa mengganggu fungsi organ seperti otak, jantung, paru, ginjal, hati
  • tar yaitu zat padat lengket coklat kekuningan yang berfungsi jadi lem yang akan menangkap debu dan partikel kimia lainnya.

Masih banyak zat berbahaya lainnya dalam residu rokok. Semuanya siap menyergap kamu yang zuzurly nggak tahu apa-apa! Apes banget, kan?

 

Lewat jalur mana residu asap masuk tubuh?

Ibarat pepatah: “Banyak jalan menuju Roma” demikian pula si residu asap ini nyelinap ke tubuh melalui:

  • dermal: menyerap masuk lewat pori-pori kulit saat kulitmu nempel sama “kerak” asap di jok, dasbor, seat belt, langit-langit mobil, karpet
  • inhalasi: berbagai residu asap rokok bisa kembali menguap ke udara dan nebeng masuk pas kamu napas, si residu asap bisa ngumpet juga di sistem ventilasi mobil termasuk AC
  • ingesti: tertelan ke saluran pencernaan, lewat makanan/minuman yang kamu taruh di mobil pas ada yang ngerokok, atau nggak sengaja tanganmu nempel di jok/dasbor mobil yang tercemar, terus dipake buat ambil gorengan tanpa cuci tangan dulu. 

 

Bahaya nggak?

Zat racun dalam residu asap rokok bisa ngerusak kesehatan tapi jangka panjang. Makanya sering nggak ketahuan atau dianggap sepele. Penelitian medis ngasih beberapa bukti jelas kaitan residu rokok ini sama kesehatan:

  • merusak DNA
  • mengundang kanker
  • membuat pembuluh darah meradang, jadi kaku dan sempit, akhirnya mampet, jadi stroke kalau mampet di otak, serangan jantung kalau mampet di jantung, gagal ginjal kalau mampet di ginjal
  • mengiritasi saluran napas, ujungnya batuk kering yang bandel, bronkitis, lama-lama paru jadi impoten.

 

Menolak jadi korban!

Perokok aktif pasti merangkap jadi perokok pasif dan tersier. Non perokok bisa menghindar jadi perokok pasif dengan menjauhi asap rokok. Paling susah kalau nggak mau jadi perokok tersier. Karena bisa jadi asap rokok sudah tidak terlihat, juga tidak tercium aromanya. Jadi cara paling ultimate biar nggak jadi perokok tersier cuma satu: larangan tegas merokok di ruang pribadimu, mobil, rumah, tempat kerja!

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia