Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Batuk Menggelitik Karena Polusi Nggak Perlu Antibiotik!

Batuk bisa dipicu oleh polusi udara. Pemicu utamanya adalah polutan yang berbentuk zat padat seperti PM 2,5, PM 10, bentuk gas seperti sulfur dioksida, nitrogen dioksida, ozon permukaan, dan bentuk cairan seperti aerosol dan kabut kimia misalnya butiran halus dari cairan pembersih, pestisida, cat semprot, kabut atau hujan asam. 
Karakteristik batuk karena polusi udara berbeda dengan batuk akibat infeksi virus atau bakteri. Batuk jenis ini bersifat kering, gatal, terasa panas, membakar, seperti ada yang mencabik tenggorokan, dan tidak disertai demam. Karena pemicu utamanya adalah iritasi akibat paparan polutan di lapisan mukosa lendir saluran pernapasan maka konsumsi antivirus, antibiotik, atau obat batuk kimia dosis tinggi bukanlah tindakan yang tepat sasaran.

Bagaimana mengatasi batuk akibat polusi udara?

  1. Hindari atau batasi berada di area berpolusi udara.

Sedapat mungkin sebelum keluar rumah, pantau polusi udara melalui berbagai aplikasi penilai kualitas udara.

Jika tidak dapat dihindari, usahakan dalam waktu yang sesingkat mungkin dan kenakan masker.

Jangan lupa juga, polusi udara bisa terjadi dalam ruangan. Sumber yang sering dijumpai adalah asap rokok, kegiatan memasak terutama menggoreng, barbekyu dan kegiatan membersihkan rumah dengan menggunakan bahan-bahan kimia yang keras

2. Jaga sistem imun tubuh.

Garis terdepan sistem imun tubuh di saluran napas adalah rambut hidung dan selaput lendir. Jadi pastikan bernapas melalui hidung dan bukan pernapasan melalui mulut. Hindari mencabut bulu hidung. Jika mengganggu, cukup dirapikan dengan digunting saja. Jaga hidrasi dengan minum air agar selaput lendir tetap lembab.

Jalankan gaya hidup sehat untuk sistem imun secara keseluruhan.

3. Meredakan gejala.

- Hidrasi dengan minum air putih hangat yang lebih banyak dari biasanya.

- Terapi uap air panas. Siapkan baskom berisi air hangat, boleh diteteskan minyak esensial seperti ekaliptus (kayu putih) atau peppermint. Hadapkan wajah mendekati baskom, tutup area kepala dengan handuk agar uap air panas terkumpul. Hirup uap air panas selama 10-15 menit.

- Obat-obatan seperti pereda batuk: dextromethorphan, antihistamin: difenhidramin, loratadine, cetirizine, atau pelega saluran napas bisa digunakan. Hindari penggunaan kortikosteroid sebelum konsultasi ke dokter.

- Beberapa bahan alami pereda batuk akibat iritasi polutan: jahe kunyit kencur air perasan lemon akar manis (licorice) monk fruit (lohankuo) bunga krisan daun mint daun timi madu.

- Jika batuk sangat mengganggu, ambil waktu untuk istirahat.

- Bilas sisa polutan dari hidung dan tenggorokan. Caranya cuci hidung dengan air saline steril atau lebih dikenal dengan air infus. Kumur-kumur dengan air garam.

Bahan-bahan tersebut mengandung zat aktif seperti anti peradangan, anti nyeri, anestesi, memberi efek dingin, membentuk lapisan tipis pelindung dinding tenggorokan, melegakan saluran napas, dan membuat otot dada menjadi rileks.

Bahan tersebut bisa diseduh dengan air panas atau direbus. Boleh digunakan terpisah atau digabung antara beberapa bahan, misalnya jahe dan akar manis direbus bersamaan. Gunakan dalam jumlah wajar. Walaupun bahan alami, di dalamnya tetap terkandung zat aktif yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Akar manis perlu dihindari jika menderita hipertensi karena berpotensi meningkatkan tekanan darah.

Kunyit dapat mengencerkan darah sehingga perlu diwaspadai jika sedang konsumsi obat pengencer darah.

Konsultasikan ke tenaga kesehatan ketika batuk tidak mereda, semakin parah, atau timbul gejala lain.

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia