Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Cuaca Panas dan Lembab Bisa Mengancam Pasien Diabetes

Umumnya saat cuaca panas dan lembab, orang mengeluhkan rasa gerah. Namun bagi pasien diabetes atau diabetesi, keadaan ini dapat menjadi tantangan medis serius yang berpotensi mengganggu gula darah secara drastis. Langkah awal untuk mencegah fenomena ini adalah memahami alasan medis di baliknya.

Kaitan antara cairan tubuh, dehidrasi, dan konsentrasi gula dalam darah

Manusia diciptakan secara menakjubkan oleh Tuhan. Tubuh manusia mempunyai berbagai mekanisme kompleks pelindung diri sebagai upaya menjaga keseimbangan. Contohnya kadar gula dalam darah, tubuh berusaha supaya kadar gula tetap berada dalam batas, tidak berlebihan, juga tidak kekurangan.

Ketika gula darah meningkat, tubuh secara otomatis memerintahkan:

  • kelenjar pankreas untuk mengeluarkan:
  1. hormon insulin yang fungsi utamanya adalah memindahkan gula dalam darah ke dalam sel-sel tubuh sebagai sumber energi
  2. hormon amilin yang fungsi utamanya menekan nafsu makan dan memperlambat pengosongan lambung
  • hati untuk mengubah gula dalam darah menjadi glikogen yang akan menjadi cadangan energi dan berhenti membuat serta memecah cadangan gula
  • ginjal untuk meningkatkan frekuensi berkemih agar kelebihan gula dalam darah dibuang bersama urine
  • ketika dehidrasi, otak akan menyalakan sensor haus agar orang minum.

 

Lingkaran setan: Peran ginjal dan cairan

Suhu udara yang meningkat akan membuat tubuh memerintahkan kelenjar keringat untuk bekerja dalam upaya mendinginkan tubuh melalui proses evaporasi. Panas akan terbuang bersama dengan menguapnya keringat. Ketika keringat keluar banyak, maka sensor haus otomatis menyala dan mendorong orang minum air.

Ketika diabetesi berada dalam lingkungan panas dan lembab, keringat akan banyak sehingga bisa terjadi dehidrasi dan volume cairan dalam darah menurun, darah menjadi lebih kental. Secara otomatis, konsentrasi gula dalam darah akan meningkat meskipun tidak ada konsumsi gula. Agar mudah, bayangkan ada 3 sendok makan gula dalam segelas air dibandingkan dalam setengah gelas air, tentu akan terasa lebih manis jika air berkurang.

Ketika gula darah meningkat akibat pengentalan, frekuensi berkemih akan meningkat agar kelebihan gula dibuang bersama urine.

Bukannya membaik, hal ini malah memperparah keadaan, dehidrasi makin parah akibat cairan keluar dari 2 jalur: keringat dan urine. Terjadilah lingkaran setan yakni dehidrasi meningkatkan gula darah, peningkatan gula darah memperparah dehidrasi.

 

Neuropati: Musuh tersembunyi saat udara panas dan lembab

Lingkaran setan masih ditambah dengan komplikasi diabetes di persarafan atau disebut neuropati. Neuropati dapat menumpulkan sensor haus di otak. Jika seorang diabetesi hanya minum saat merasa haus, sementara sensor hausnya sudah tumpul, maka risiko dehidrasi meningkat. Sementara tanda-tanda dehidrasi awalnya samar dan tidak terlalu dirasakan mengganggu. Jika diabaikan, maka tanpa disadari masuklah ke dalam lingkaran setan.

Mengenali tanda bahaya

Tanda dan gejala memburuknya kondisi gula kerap samar dan sering terabaikan. Semakin tinggi kadar gula darah, semakin nyata tanda dan gejala, semakin berbahaya keadaannya.

Waspadalah senantiasa terutama saat mengalami:

  • sering haus, mulut kering, napas bau
  • sering berkemih
  • sangat lelah, pusing, pandangan kabur
  • mood buruk, sulit konsentrasi, pusing, sakit kepala
  • mual, muntah.

Secepatnya cari bantuan medis ketika muncul:

  • napas sesak, berbau buah (fruity breath)
  • mual, muntah hebat
  • kebingungan mental, bicara meracau, sangat mengantuk, sulit dibangunkan
  • suhu tubuh di atas 40°C, kulit teraba panas, kering, berwarna kemerahan.

 

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia