Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Hantavirus, Bahaya di Balik Kotoran Tikus dan Cara Mencegahnya

Hantavirus adalah keluarga virus yang umumnya menginfeksi hewan pengerat misalnya tikus, celurut, hamster. Hewan yang terinfeksi Hantavirus umumnya tidak menderita sakit karena telah beradaptasi dengan virus ini. Hantavirus memiliki hampir 40 varian, sekitar 24 varian dapat menular dari hewan ke manusia. Uniknya, ada satu varian Hantavirus yang dapat menyebabkan penularan antar manusia yaitu varian Andes. Varian inilah yang ada di kapal pesiar MV Hondius yang sedang ramai dibicarakan dunia bulan April 2026 ini. Varian ini memicu perhatian publik karena sifatnya yang mematikan dan belum memiliki obat khusus.

Untungnya, sampai saat ini, varian Andes belum ditemukan di Indonesia, baik di tubuh manusia maupun di tikus. Di Indonesia baru ditemui varian Seoul. Varian Seoul relatif tidak seberbahaya Andes dan tidak bisa menular antarmanusia. Setiap 100 kasus Andes, terjadi 30-50 kematian, sedangkan pada Seoul, angka dunia menunjukkan 1-2 orang meninggal setiap 100 kasus, dan untuk Indonesia, kematian tercatat 13%.

Jalur Penularan

Semua varian Hantavirus ditularkan melalui urine, kotoran (tinja), atau air liur tikus yang terinfeksi Hantavirus, dari tikus terinfeksi ke tikus lain maupun ke manusia.

Virus bisa langsung masuk ke tubuh kita ketika:

  • terhirup bersama udara yang tercemar
  • termakan
  • berkontak dengan kulit yang terbuka misalnya digigit, dicakar.

Sayangnya, virus ini juga mampu masuk melalui perantara:

  • Benda: virus dapat secara langsung melalui tinja, urine, atau liur hewan terinfeksi mencemari benda, tapi dapat juga terbawa udara dan mendarat di benda. Dalam suhu ruang, virus dapat bertahan selama 2-4 hari. Di bawah matahari, hanya bertahan beberapa jam. Jika lingkungan gelap, lembab, dingin, maka virus bisa bertahan lebih lama.
  • Tangan yang menyentuh mulut, hidung, mata, atau makanan/minuman yang dikonsumsi.

Jika virus yang menempel pada benda atau yang ada pada tinja, urin, atau liur tersentuh dan tidak dicuci dengan benar, maka virus punya kesempatan untuk masuk dalam tubuh.

Ayo Perang Melawan Tikus!

Tikus itu biang kerok dari Hantavirus (dan juga penyakit lain seperti Leptospirosis), jadi menjaga kebersihan rumah itu merupakan hal yang tidak dapat ditawar.

  1. Usahakan agar tikus tidak berdiam di rumah dan sekitarnya. Tikus dapat menyelinap masuk melalui lubang sekecil 1 cm. Jadi tutup semua lubang yang berpotensi menjadi pintu masuk tikus: lubang di dinding, pipa air, bawah pintu. Tutup dengan semen atau kawat besi.
  2. Hindari keadaan nyaman bagi tikus untuk berkembangbiak. Simpan bahan makanan, pakan hewan dalam wadah tertutup rapat,
  3. Jaga kebersihan rumah, hindari tumpukan barang, terutama di area yang gelap dan lembab.
  4. Hindari pembersihan dengan metode kering: menyapu, menggunakan vacuum cleaner. Alih-alih bersih, ini justru menerbangkan partikel virus beterbangan ke udara, bisa terhirup dan menimbulkan potensi infeksi.
  5. Pakai masker medis atau N95 serta sarung tangan karet saat membersihkan area rawan sarang tikus, seperti gudang, loteng.
  6. Gunakan metode basah. Semprot dahulu kotoran dengan cairan disinfektan atau larutan pemutih. Larutan pemutih dapat dibuat dengan mencampur 9 bagian air dengan 1 bagian pemutih.
  7. Tunggu minimal 5 menit, baru seka dengan tisu.

Semoga artikel ini membuat kita sadar bahwa lingkungan berkaitan dengan kesehatan kita. Selalu jaga kebersihan rumah dan pastikan tikus tidak punya tempat untuk bertamu, kemudian jadi betah di rumah.

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia