Campak adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Measles dari genus Morbillivirus. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, tetapi juga bisa menyerang orang dewasa. Dari 1.000 penderita campak, sekitar 1-3 orang meninggal. Kematian umumnya terjadi karena komplikasi berupa radang paru (pneumonia).
Gejala-gejala muncul setelah 7-14 hari terinfeksi:
- demam tinggi
- batuk, biasanya kering, pilek
- mata merah, berair
- ruam kemerahan dimulai dari wajah dan belakang telinga, menyebar ke dada, punggung dan meluas ke anggota gerak
- bercak putih dalam rongga mulut
- nafsu makan menurun
- lelah
- mual, muntah, diare.
Pengobatan
Sebagian besar infeksi umumnya reda dan sembuh dalam waktu sekitar 10 hari. Pengobatan ditujukan pada gejala, misalnya obat pereda demam seperti paracetamol, pereda batuk, dan sebagainya. Istirahat total dan menjaga kecukupan asupan nutrisi dan hidrasi. Bila perlu, dokter akan memberikan vitamin A.
Beberapa hal penyebab campak termasuk penyakit yang perlu mendapat perhatian serius.
1. Kemampuan menular yang sangat tinggi.
Satu penderita campak berpotensi menularkan rata-rata 12-18 orang. Setiap orang berikutnya tersebut juga akan mampu menularkan 12-18 orang lainnya. Jadi bisa dimengerti mengapa jika ada 1 atau 2 anak kena campak, dalam waktu relatif singkat penderita campak meningkat signifikan.
Sembilan dari 10 orang yang tidak divaksin atau belum pernah menderita campak, jika terpapar virus Measles akan terinfeksi.
2. Penularan terjadi 4 hari sebelum sampai 4 hari sesudah ruam muncul.
Virus menular melalui cairan tubuh seperti ludah dan droplet pernapasan yang keluar ketika bernapas, berbicara, batuk, bersin. Virus Measles di droplet bisa bertahan hingga 2 jam. Jadi selama 2 jam tersebut, jika orang masuk ke dalam ruang yang ditinggalkan penderita campak tetap bisa tertular walaupun orang sakit itu sudah pergi.
3. Droplet bisa mencemari permukaan benda misalnya meja, kursi, tombol lift, dll.
Jika orang menyentuhnya, virus berpindah ke tangan dan bisa masuk lebih jauh ketika menyentuh mulut, hidung, dan mata.
4. Pada kelompok rentan seperti bayi, anak balita, ibu hamil, orang dengan gangguan imun, manula, malnutrisi, campak dapat menjadi fatal dan berujung pada kecacatan atau kematian. Campak membunuh 300 orang per hari atau 12 orang setiap jam, kebanyakan adalah balita.
5. Komplikasi campak berupa dehidrasi, radang paru, radang telinga, radang otak, kebutaan, tuli. Pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran, kematian janin, atau gangguan perkembangan janin.
6. Virus campak mempunyai kemampuan menghapus memori sel imun yang telah terbentuk melalui berbagai vaksinasi dan penyakit yang pernah diderita. Akibatnya orang lebih rentan terkena penyakit infeksi sesudah sembuh dari campak.
Campak bisa dicegah dengan cara:
1. Mendapatkan vaksinasi campak. Sebanyak 95% dari penerima 1 dosis vaksin campak akan terhindar campak jika terpapar virus campak. Jika telah menerima 2 dosis vaksin, angka meningkat menjadi 99%.
2. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS):
- cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
- tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci
- jaga kebersihan benda-benda dan lingkungan
- jauhi orang sakit, jika terpaksa harus berkontak, gunakan masker.
3. Menjaga imun tubuh dengan menjalankan gaya hidup sehat.
4. Rantai penularan campak dapat diputus ketika penderita campak:
- melaksanakan isolasi sampai 4 hari sesudah gejala seperti ruam muncul
- menerapkan etika batuk dan bersin
- mengenakan masker ketika terpaksa harus berkontak dengan orang lain.