Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Jenis Perokok Yang Paling Apes

Bukan hal sulit kalau nyari asap rokok. Faktanya, setiap 4 orang Indonesia, 1 orangnya adalah perokok. Setiap 3 orang dewasa, 1 adalah perokok. Sudah basi kalau kasih tahu bahwa asap rokok mengandung lebih dari 7.000 zat kimia, 69 di antaranya karsinogen (pemicu kanker), dan sekitar 250 jenis bisa ganggu kesehatan. Lantas kalau nggak ada asap rokok, artinya aman? Jangan kaget! Belum tentu!

Mengenal jenis perokok 

Ada 3 jenis perokok:

  1. aktif (perokok primer): yang secara aktif menghisap rokok
  2. pasif (perokok sekunder): yang tidak merokok tapi terpapar oleh asap rokok
  3. tersier (perokok pihak ketiga): yang terpapar residu asap rokok yang melekat pada benda, ruangan, pakaian, yang sebelumnya telah terpapar asap rokok. Termasuk juga pakaian, kulit, dan rambut si perokok aktif. 

Bisa dibilang perokok tersier ini adalah orang apes. Dia belum tentu tahu karena walaupun asap rokok sudah nggak kelihatan, nggak kecium baunya, sebagian besar zat-zat dalam asap itu mendarat dan nempel di area tempat asap itu pernah nongkrong. Ketika dia berkontak misalnya menyentuh permukaan benda (atau si perokok aktif) maka residu racun bisa masuk melalui kulit. Bisa ketelan juga kalau tangan yang kena residu asap dipake buat nyomot cemilan tanpa cuci tangan. 

Nah, jalan terakhir racun bisa masuk adalah waktu residu asap rokok kembali menguap, bercampur dengan udara., dan masuk barengan sama napas. Parahnya, residu racun bisa bestie-an sama zat kimia lain, berubah jadi zat baru. Bisa-bisa zat baru ini lebih berbahaya. Sulit ditebak karena zat baru itu akan tergantung si komponen residu asap temenan sama siapa. 

Bahaya nggak?

Penelitian medis ngasih bukti jelas kaitan residu ini sama kesehatan. Ini beberapa masalah yang bisa timbul:

  • merusak DNA
  • mengundang kanker
  • membuat pembuluh darah meradang, jadi kaku, sempit, akhirnya mampet, di otak jadi stroke, di jantung jadi serangan jantung, di ginjal jadi gagal ginjal
  • mengiritasi saluran napas, ujungnya batuk kering yang bandel, bronkitis, lama-lama paru jadi impoten.

Anak kecil biasanya lebih banyak menyerap racun, mereka nggak bisa diam, kulitnya akan banyak yang terpapar, belum lagi mereka tarik napas lebih sering dari dewasa. Faktor lain, bocah suka masukin tangan, juga mainan dalam mulut. Sementara fungsi organ belum sepenuhnya sempurna. Maximum damage!

Punya hewan peliharaan? Mereka akan jadi perokok tersier dalam tahap yang lebih parah. Kenapa? Badannya kecil sehingga luas permukaan kulit yang nempel ke residu racun di lantai, sofa, dll akan lebih tinggi daripada orang. Terus hewan berbulu: anjing, kucing, suka self grooming, jilatin bulu sendiri, bahaya, kan?

Bisa hilang?

Hampir semua residu ini sulit hilang. Semakin banyak yang ngerokok, semakin lama dan sering ngerokoknya, semakin kecil ruangan, semakin tebal residu asap yang melekat.

Bisa menipis kalau dibersihkan pakai air hangat campur sabun cuci piring. Bahan kain misalnya tirai jendela bisa dicuci dengan deterjen. Ingat, hanya berkurang, bukan hilang. Residu bisa bertahan tahunan. Semakin berpori permukaan benda, kayak karpet atau jok, semakin asyik si racun ngumpet, semakin sulit dibersihkan. 

Jangan lupa, servis besar AC dan ganti bola lampu! Bau rokok bisa hilang atau samar, tapi residu rokok mirip seperti orang bucin, sulit diceraikan. 

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia