Sampai kapan begini?
Menurut penjelasan Dr. Sukamto Koesnoe selaku Wakil Ketua Umum I PB PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia), bahaya kesehatan gegara abu vulkanik tidak langsung hilang begitu erupsi kelar. Bahaya tetap mengintai dalam hitungan hari hingga minggu karena ada proses resuspension alias partikel super halus PM10 dan PM2,5 beterbangan kembali akibat embusan angin, lalu lalang kendaraan, orang, menyapu kering.
Nah, ternyata pernah ada tim yang dipimpin oleh Yu Qian Zhu di jurnal Nature Communications meneliti tentang hal ini dan dipublikasikan di https://www.nature.com/articles/s41467-020-18352-5.
Hasilnya, partikel abu vulkanik super halus bisa bertahan sampai lebih dari 3 bulan di atmosfer atas (lapisan stratosfer), khusus kasus erupsi Gunung Kelud dan bisa sampai satu tahun pada kasus gunung lain dengan karakter letusan serupa.
Jangan kendor jaga diri walau udah nggak heboh. Polusi lain juga masih belum beres, kan! Jangan ragu konsul ke nakes juga, ya. Stay safe and stay educated, guys!