Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Kenalan sama Mindful Eating

Istilah mindful eating udah nggak asing, kan? Bahasa bakunya makan dengan penuh kesadaran. Jangan nyolot dulu, bilang, “Makan aja kok repot amat!”. Sabar, bos! Ibarat pepatah, tak kenal maka tak sayang, mari kenalan sama cara makan satu ini! Komen disimpan setelah baca full, ya! Biasakan baca sampai kelar, jangan sekilas aja, ini ilmu yang bukan pandangan mata, yang bisa cuma sekilas lirikan.

 

Apa itu mindful eating?

Mindful eating adalah cara makan dengan penuh kesadaran. Makan menjadi pengalaman multi dimensi, memperhatikan rasa lapar, kenyang, menikmati setiap suapan sepenuhnya dengan menggunakan semua indra.

Sebelum makan, pahami bahwa makan yang akan kamu lakukan itu merupakan jawaban atas lapar atau hanya sekadar pengin aja, bukan untuk kenyang tapi untuk senang. Bukan berarti nggak boleh makan kalau nggak lapar, tapi dengan menyadari bahwa kamu akan makan bukan karena lapar, maka risiko makan membabi buta nonstop akan menurun. Kalau cuman bosan, bisa cari cara lain selain makan, ngobrol, baca buku, dengerin musik, jalan-jalan. Banyak hal bisa dilakukan. Kalau lagi sedih, kecewa, coba bikin jurnal atau bikin puisi.

Awali proses makan dengan bersiap untuk makan, tinggalkan aktivitas yang lain termasuk nonton atau kerja. Ucap doa, bersyukur atas makanan serta doa buat semua yang terlibat, mulai dari petani, peternak, sampai ke tukang masak. Boleh diringkas kalau kepanjangan!

Maksimalkan pengalaman makan dengan semua indra, mulai dari tampilan, warna, bentuk, komposisi, terus hirup aromanya, termasuk ketika akan makan petai atau jengkol, aromanya yang menyengat tentunya disukai oleh konsumennya, bukan? Lanjut, pas hap makanan masuk mulut, jangan langsung dikunyah, nikmati dulu teksturnya, rasanya, baru dikunyah. Lakukan dengan woles, nggak perlu ngebut, kecuali lagi emergensi misal telat deadline. Dengarkan suara kunyahan, suara gigi menggigit apel misalnya, kres, kres.

 

Kenapa harus repot mindful pas eating?

Buat yang mau komen, “Makan aja ribet beud!” Ingat baca sampai kelar, baru komen. Bandel amat!

Melakukan mindful eating banyak manfaatnya.

  1. Makan akan auto lebih pelan. Lebih mudah bagi otak untuk mengenali rasa kenyang.
  2. Otomatis membantu mengurangi makan berlebihan, artinya terhindar dari risiko berat badan naik.
  3. Kesehatan saluran cerna. Makan lebih perlahan, mengunyah lebih lama, akan membantu proses pencernaan sampai penyerapan.
  4. Menjaga kesehatan mental. Menikmati sesuatu, dalam hal ini menikmati makan, membuat kita nyaman, menurunkan stres, memperbaiki mood. Makan dengan sadar membuat hubungan kita dengan makanan jadi lebih positif.

 

Makan dengan penuh kesadaran bukan makan dengan sempurna, bukan pula makan dengan etiket makan. Ini bukan table manner, walaupun dalam table manner hal ini secara tidak langsung terasa vibesnya. Makan berkesadaran itu makan dengan hadir sepenuhnya saat makan. Otak, mental, badan menyatu hadir bersamaan saat makan. Bukan hanya mulut sibuk mengunyah, jari scroll hp, otak melayang entah ke mana, mata sibuk sendiri. Bayangin deh laksana jiwa raga yang tercerai berai, kan? Yuk, satukan jiwa raga saat makan. Mudah tapi besar dampaknya. Bagi yang sudah membaca sampai sini, boleh memberi komen. Tapi mending cobain dulu, rasakan bedanya, baru lebih sah untuk komen.

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia