Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Kerja Nyaman, Tubuh Aman dengan Postur Ergonomis

Dalam seminar yang diadakan oleh Group of Manufacture bekerja sama dengan Tenteram dan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, karyawan tercerahkan dengan ilmu bahwa banyak keluhan sehari-hari yang dialami ternyata berakar dari kebiasaan yang salah. Pembicara, Dr. dr. Poppy Kristina Sasmita, SpN.,M.Kes, AIFO-K, PAK(K) adalah dokter spesialis saraf dari RS Mitra Kelapa Gading yang menangani masalah gangguan sistem saraf secara komprehensif, seperti stroke, kejang, sakit kepala, vertigo serta gangguan keseimbangan, gangguan gerak (termasuk Parkinson), demensia dan gangguan kognitif, neuropati perifer, saraf terjepit, nyeri neuropatik, penyakit neuromuskular, gangguan tidur terkait neurologi, tremor, mielopati, serta berbagai gangguan neurologis lainnya. Dalam penanganan beberapa kasus nyeri, terapi dipadukan dengan tindakan Dry Needling sehingga penyembuhan lebih optimal.

Nyeri di leher, bahu, atau punggung bagian bawah setelah bekerja seharian?

Seringkali, dianggap sepele, padahal mungkin itu bisikan tubuh meminta perbaikan postur dan kebiasaan sehari-hari.

Postur tubuh tidak ergonomis dapat menyebabkan tekanan berulang pada otot, sendi, ligamen, atau struktur di sekitar tulang belakang. Jika berlanjut, dapat memicu ketegangan otot dan rangsangan pada reseptor nyeri. Otak menganggap sinyal tersebut sebagai rasa sakit. Akibatnya, kebiasaan duduk, berdiri, dan membawa beban tidak hanya memengaruhi kenyamanan tetapi juga berdampak pada otot dan saraf.

Ketika Data Menguak Fakta

Kebiasaan duduk lama berdampak juga pada mahasiswa. Studi pada 352 mahasiswa kedokteran menemukan bahwa sebanyak 82,4% duduk selama ≥3 jam per hari.  Sebanyak 69% responden mengeluh nyeri otot, terutama di punggung (61,1%), bawah leher (56,8%), pinggang (54,5%), dan atas leher (51,7 %). Studi tersebut menemukan hubungan signifikan antara nyeri otot dengan durasi duduk dan jenis kelamin. (Alvin Sunjaya dan Poppy Kristina Sasmita, Damianus Journal of Medicine 2023;22(3):216-224).

Salah satu keluhan yang perlu diperhatikan bagi karyawan adalah nyeri. Usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan faktor pekerjaan: durasi kerja dan posisi postur kerja adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya. 

Tidak semua nyeri menunjukkan penyakit serius, tetapi beberapa keluhan memerlukan perhatian khusus. Segera konsultasikan kepada dokter apabila nyeri tidak hilang atau semakin parah, terutama jika disertai baal, kesemutan, atau kesulitan bergerak.

Apa Yang Dapat Anda Lakukan? 

Mulailah kebiasaan dasar:

  1. Hindari duduk di satu posisi terlalu lama.
  2. Peregangan teratur memungkinkan tubuh bergerak. 
  3. Pastikan bekerja dalam posisi nyaman dan ergonomis. 

 

Panduan Posisi Duduk Ergonomis: 

  • Kepala dan leher: Jaga kepala dan leher tegak sejajar dengan tubuh. Pandangan lurus ke depan atau sedikit ke bawah (sejajar dengan bagian atas monitor) agar leher tidak menunduk.
  • Punggung dan Bahu: Rapatkan punggung bawah ke sandaran kursi, gunakan penyangga pinggang (lumbar support) jika tersedia. Bahu tetap rileks tanpa membungkuk ke depan.
  • Lengan dan Siku: Tekuk siku ±90°, dekatkan lengan ke sisi tubuh, posisi pergelangan tangan tidak kaku atau menekuk saat mengetik.
  • Lutut dan Pinggul: Atur tinggi kursi agar paha mendatar sejajar lantai; tekuk lutut ±90° dengan posisi lutut sejajar atau sedikit lebih rendah dari pinggul.
  • Kaki: Tapakkan kedua kaki rata di lantai; Hindari menyilangkan kaki.
screenshot 2026 09 29 143422

Gambar 1. Posisi duduk yang baik

Jangan menunggu sampai nyeri mengganggu aktivitas! Mendengarkan sinyal tubuh, memperbaiki postur, mengurangi waktu dalam posisi statis, dan melakukan peregangan secara rutin merupakan langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan sistem muskuloskeletal dan saraf.

Kerja nyaman, tubuh aman—karena menjaga kesehatan dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Penulis: Dr. dr. Poppy Kristina Sasmita, SpN.,M.Kes, AIFO-K, PAK(K), FKIK Unika Atma Jaya – RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta