Makanan dan Minuman Alami Penurun Gula Darah

Created By

Penderita diabetes semakin banyak. Edukasi tentang penyakit diabetes perlu sekali digencarkan karena banyak penderita diabetes yang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap diabetes. Diagnosis diabetes sering kali baru tegak ketika sudah terjadi berbagai komplikasi yang sebetulnya sangat bisa dicegah jika pengobatan dilakukan pada tahap dini.

Pada dasarnya pengobatan diabetes mencakup:

  • pengaturan pola makan
  • olahraga dan aktif bergerak
  • monitor kadar gula darah secara teratur
  • cegah atau kontrol komplikasi diabetes
  • terapi obat-obatan dari dokter.

 

Obat-obatan yang diberikan berbeda-beda pada setiap penderita. Jenis, jumlah, dosis, dan frekuensi minum obat dapat berubah-ubah tergantung respons tubuh dan gaya hidup yang dijalankan penderita. Agar membantu pengobatan, penderita diabetes perlu senantiasa menerapkan seluruh prinsip pengobatan diabetes seperti disebutkan di atas.

Dalam pengaturan makan, penderita sebaiknya mengetahui makanan dan minuman yang berpotensi menurunkan gula darah secara alami. Namun perlu diingat, makanan/minuman ini hanya bersifat membantu mengontrol kadar gula darah dan tidak disarankan menggantikan atau menurunkan dosis obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter. Makanan/minuman penurun gula darah secara alami, antara lain:

Kayu manis

Berdasarkan beberapa penelitian, kayu manis terbukti dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Kayu manis tersedia dalam bentuk bubuk dan batang. Rempah ini dapat dibubuhkan pada masakan misalnya sup atau bisa ditambahkan pada minuman seperti teh atau kopi. Bisa pula dibuat menjadi minuman dengan cara merebus atau menyeduh kayu manis.

Cengkih

Cengkih umum dijumpai dalam bentuk kuncup bunga kering dan bubuk. Cengkih dapat ditambahkan sebagai rempah pengharum masakan, bahkan dapat mengharumkan nasi jika ditambahkan pada beras yang akan ditanak. Selain itu, cengkih juga dapat dinikmati sebagai minuman; biasa dicampurkan dalam seduhan kayu manis.

Jahe

Selain berpotensi menurunkan gula darah, jahe mempunyai berbagai khasiat lain seperti antiradang, antibakteri, antivirus, dan lainnya. Kuliner kita tidak asing dengan penggunaan jahe. Selain ditambahkan dalam berbagai masakan, jahe juga sering diseduh atau direbus bersama rempah lain seperti kayu manis, cengkih, kapulaga, atau dicampurkan dengan irisan lemon untuk menjadi minuman yang nikmat.

Fenugreek

Biji fenugreek juga dikenal dengan nama kelabat, klabet, atau hulbah.  Biji ini umum digunakan dalam masakan kari, bisa juga dicampur dalam adonan roti. Biji kelabat banyak mengandung serat dan berbagai zat kimia lain yang berguna memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat serta gula, memperbaiki pemakaian gula oleh tubuh, dan meningkatkan jumlah insulin yang dilepas sehingga dapat menurunkan gula darah. Cara mudah menikmati biji kelabat ini adalah menyeduhnya dengan air panas untuk menjadi teh. Tambahkan kayu manis agar terasa manis.

Bawang putih

Bumbu dapur ini sangat umum digunakan dalam berbagai jenis masakan. Bahkan dalam ketoprak, bawang putih mentah menjadi salah satu ciri khas bumbunya. Selain fungsinya mengharumkan masakan, bawang putih dapat menurunkan gula darah, menurunkan tensi yang meningkat, dan menurunkan kolesterol berlebih. Bawang putih dapat dikonsumsi mentah-mentah, dicampur dalam salad, atau ditumis bersama berbagai masakan. Tersedia pula dalam bentuk suplemen bagi yang tidak suka dengan bau dan rasanya.

Ketumbar

Bagian ketumbar yang umum digunakan adalah daun dan bijinya. Daun ketumbar sering dijadikan hiasan pemanis hidangan, ditambahkan ke dalam sup, dan sering pula dimasak atau ditumis dengan daging atau hidangan laut. Daun ketumbar sering dijumpai dalam masakan Thailand dan Vietnam. Biji ketumbar sering dimasukkan ke campuran bumbu dan juga dapat direbus untuk menjadi minuman. Biji dan daun ketumbar berfungsi sebagai antioksidan serta memiliki kemampuan menurunkan gula darah dan kolesterol jahat.

Pare

Di balik rasa pahitnya, buah pare ternyata dapat menurunkan gula dalam darah karena kandungan di dalamnya yang dapat berfungsi seperti insulin. Semakin matang, pare akan terasa semakin pahit. Pare dapat ditumis, dikukus, atau dijadikan sup. Agar lebih nikmat, tambahkan protein seperti daging ayam, daging sapi, udang, dan lainnya.

Okra

Okra dikenal pula sebagai lady’s fingers karena bentuknya yang menyerupai jari. Okra adalah makanan rendah kalori yang tinggi serat sehingga selain membantu menurunkan gula darah, okra juga dapat membantu penurunan berat badan. Okra bisa dinikmati sebagai lauk dengan cara dikukus, dijadikan sup, ditumis, dicampur dengan sayuran lain, tempe, atau daging. Bisa dibuat menjadi acar sehingga tidak membosankan. Bagi yang tidak menyukai rasanya, okra dapat dibuat menjadi minuman. Caranya, cuci dan potong-potong okra, kemudian rendam dalam segelas air minum selama semalam. Okra siap diminum.

Aloe vera

Lebih dikenal dengan nama lidah buaya. Selain berfungsi sebagai antioksidan dan antiradang, lidah buaya mampu menurunkan gula darah. Lidah buaya dapat dikonsumsi dengan cara ditumis, dijadikan sup, atau dibuat menjadi minuman. Bila dijadikan minuman, hindari atau batasi pemakaian gula pasir, sirup, atau susu kental manis. Kandungan air yang banyak dan kandungan kalori yang rendah membuat lidah buaya dapat membantu menjaga kecukupan cairan tanpa penambahan asupan kalori yang berlebih.

Keluarga kubis-kubisan

Sayuran dari keluarga kubis-kubisan seperti berbagai jenis kol, kembang kol, dan brokoli dikenal manfaatnya dalam menurunkan gula darah. Sayuran ini tinggi serat dan rendah kalori. Karena itu, konsumsi sayuran keluarga kubis dapat membantu memberi rasa kenyang dengan kalori rendah. Selain membawa manfaat bagi penderita diabetes, sayuran jenis ini juga membantu penurunan berat badan.

 

Pola makan yang baik, didukung olahraga secara teratur, pengendalian stres, dan pencapaian berat badan ideal, akan membantu pengelolaan diabetes tipe 2. Makanan/minuman penurun gula darah dapat dikonsumsi sepanjang dalam batas konsumsi pada umumnya. Makanan/minuman tersebut bersifat membantu pengelolaan diabetes dan tidak boleh menggantikan fungsi obat-obatan yang diberikan.

Walaupun bermanfaat, hindari membatasi konsumsi hanya pada makanan/minuman di atas. Tubuh kita juga membutuhkan berbagai zat gizi lain yang harus dipenuhi dengan pola makan gizi lengkap, beraneka ragam, dan seimbang. Bagaimanapun segala sesuatu yang baik belum tentu menjadi lebih baik jika ditambah secara berlebihan. (dr. Santi/Medical Center KG)

Content Writer

AGATHA TRISTANTI

Corporate Branding Analyst

KOMPAS GRAMEDIA - CORPORATE COMMUNICATION