Ketika makan/minum yang manis, tubuh akan melepaskan dopamin dan serotonin yang dapat mempengaruhi sebagian besar sel otak, termasuk sel yang mengatur mood, fungsi seksual, tidur, daya ingat, kemampuan belajar, dan nafsu makan.
Jadi sebenarnya, yang manis-manis itu tidak selalu jadi musuh kita. Pilih manis alami dari buah, sayur, susu, dan lainnya. Tetapi jangan lupa, walaupun manis alami, tetaplah jaga agar konsumsinya tidak berlebihan.
Terlalu banyak yang manis-manis dapat menyebabkan resistensi insulin, diabetes mellitus, kelebihan berat badan, kegemukan, kerusakan gigi, penyakit jantung, stroke, hipertensi, gangguan imunitas, penuaan dini, peningkatan trigliserida dan asam urat dalam darah, perlemakan hati, gangguan keseimbangan bakteri baik di usus, dan ‘kecanduan gula’.
Mengenal Gula
Ada 2 jenis:
- Gula alami atau gula yang secara alamiah, natural ada dalam makanan/minuman, misalnya gula di dalam buah-buahan atau gula dalam susu
- Gula tambahan yaitu gula yang ditambahkan ke dalam makanan/minuman dalam proses pembuatannya, contohnya gula pasir, gula aren, gula jawa, dan madu (walaupun alami, termasuk gula tambahan). Penambahan bisa saat pembuatan atau saat penyajian.
Apakah kita harus konsumsi gula?
Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan asupan gula maksimal per hari adalah 50 gram yang setara dengan kurang lebih 4 sendok makan atau 12,5 sendok teh. Ini bukan berarti kita dianjurkan untuk makan gula, tapi angka itu adalah batasan asupan yang dianggap masih aman dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan berarti.
Sebenarnya, kita tidak membutuhkan gula tambahan dan dapat membuat sendiri gula sebagai sumber energi dari karbohidrat, protein, atau lemak. Bahan tersebut bisa didapat dari makanan atau minuman yang dikonsumsi, bisa juga melalui cadangan dalam tubuh kita.
Tips menurunkan asupan gula:
Bacalah selalu label nutrisi yang tercantum dalam kemasan. Minuman/makanan yang tampak sehat bisa mengandung banyak gula, misalnya jus buah dalam kemasan, yogurt, dll. Waspada dengan gula yang tersembunyi dalam makanan/minuman. Gula tambahan tidak selalu memberi hasil akhir yang manis, tetapi bisa jadi hasil akhirnya pedas, gurih, atau bahkan asam, misalnya gula tambahan ada dalam saus sambal, saus salad, saus tomat, saus spageti, dll. Gunakan rempah untuk menambah cita rasa misalnya kayu manis, cengkeh, kapulaga, daun mint, jahe. Ganti minuman manis bersoda, jus, minuman energi, kue, permen dengan pilihan lebih sehat seperti teh hijau, buah-buahan, atau sayur-sayuran. Turunkan asupan gula tambahan secara bertahap, kurangi frekuensi misalnya dari konsumsi setiap hari menjadi seminggu 2 kali atau dari sehari 3 kali menjadi 1 atau 2 kali saja. Turunkan jumlah gula misalnya mengurangi ¼ atau ⅓ dari jumlah yang biasa digunakan. Minta porsi terkecil jika sangat menginginkan makanan/minuman bergula tinggi. Nikmati dengan cara mindful eating. Bila memungkinkan mintalah gula, susu kental manis, atau sirup disajikan terpisah agar dapat dikontrol jumlahnya.
Jalankan gaya hidup aktif dan rutinlah berolahraga.
Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia