Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Mengoptimalkan Kekebalan Tubuh Setelah Vaksin Superflu

Imunitas terhadap virus flu yang timbul sesudah divaksin dengan vaksin influenza atau flu dapat berbeda-beda. Perlu diingat bahwa efektivitas vaksin ini berbeda-beda tergantung pada beberapa faktor:

1. Jarak sejak divaksin:

  • kekebalan baru mulai dibentuk dalam waktu 2 minggu sejak divaksin
  • mencapai puncak sekitar 3-6 bulan sejak divaksin kemudian menurun secara bertahap.

2. Umur orang yang divaksin:

  • anak-anak memberikan efektivitas paling tinggi 50-60%
  • orang dewasa sekitar 30-50%
  • lansia cenderung paling rendah yaitu 20-40%.

3. Subtipe virus:

  • A(H1N1) pdm09 mencapai 60%
  • A(H3N2) mencapai 30%
  • Influenza B berkisar 45-55%.

4. Kondisi kesehatan secara umum, kondisi yang sehat akan memungkinkan terbentuknya kekebalan yang lebih tinggi.

5. Gaya hidup yang divaksin.

​​​​​​​

Upaya meningkatkan kekebalan setelah divaksin

Sebelum divaksin, usahakan kondisi prima saat jadwal divaksin. Cukup tidur, makan yang sehat, cukup minum, tidak minum alkohol, dan tidak merokok.

Sebaiknya tidak minum obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa obat tersebut dapat mengganggu pembentukan antibodi flu terutama pada anak-anak, lansia dan orang yang lemah sistem imunnya.

Sesudah divaksin
1. Sediakan ‘bahan bakar’ berupa nutrisi yang baik:

  • Zat gizi yang penting untuk ‘memberi makan’ sel pembentuk imunitas yaitu protein, karbohidrat, lemak baik, berbagai vitamin, dan mineral.
  • Batasi gula, garam, dan lemak jahat (lemak jenuh, lemak trans) agar sistem imun bekerja optimal.
  • Air dibutuhkan untuk berbagai fungsi dalam tubuh termasuk fungsi terkait imun misalnya membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dalam makanan, mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh, membuang sisa metabolisme, bahan-bahan sampah atau racun dalam tubuh.

2. Sediakan ‘lingkungan’ yang optimal:

  • Kecukupan tidur. Saat tidur, berbagai sistem dalam tubuh tidak ikut tidur. Tubuh melepaskan protein pembentuk antibodi yang dinamakan sitokin, ketika tidur. 
  • Tata kelola stres. Keadaan stres memicu pengeluaran berbagai hormon stres yang berakibat pada turunnya imunitas tubuh. Stres, cemas, rasa sedih, dan rasa khawatir dapat melemahkan respons imun setidaknya selama 30 menit. Apalagi jika stres terus menerus dialami.

3. Menerapkan pola hidup bersih dan menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari berbagai infeksi atau penyakit. Tubuh dapat berkonsentrasi membentuk antibodi khusus terhadap virus flu.
4. Menjaga sistem sirkulasi darah dengan cukup minum, aktif bergerak dan rutin olahraga. Olahraga setelah vaksinasi sebaiknya tidak terlalu intens, cukup sampai intensitas sedang. Jika merasa tidak enak badan, sebaiknya untuk sementara tidak olahraga dulu. 
5. Kelola berbagai penyakit yang sudah diderita misalnya diabetes, hipertensi, dll.
Pengelolaan dicapai dengan cara minum obat-obatan sesuai anjuran, menerapkan gaya hidup yang sesuai dengan penyakit, serta monitor penyakit (tetap konsultasi, pemeriksaan laboratorium bila perlu). Berbagai penyakit kronis apalagi jika tidak dikelola, menurunkan kemampuan sistem imun membentuk kekebalan terhadap virus flu dalam vaksin.
6. Obat pereda nyeri hanya diminum jika diperlukan misalnya untuk meredakan nyeri sesudah divaksin. Jika nyeri dirasakan ringan, coba kompres area sekitar suntikan. Berikan kompres dingin 1-2 hari sesudah disuntik dan kompres hangat jika sudah 2 hari nyeri masih terasa mengganggu. Obat minum dapat diberikan jika nyeri tetap terasa sangat mengganggu setelah kompres diberikan.
7. Perhatikan jenis obat-obatan yang diminum. Beberapa jenis obat alergi, arthritis, lupus, kemoterapi, transplantasi organ, dapat menurunkan imunitas tubuh.
8. Konsultasikan jenis obat dengan dokter.

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia