Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Panduan Memilih Buah yang Aman dari Virus Nipah

Berita tentang virus Nipah mulai marak di berbagai platform. Kerap informasi yang tersaji hanya sepotong dan tidak lengkap sehingga orang panik. Virus Nipah dapat menyebar melalui makanan, minuman yang terkontaminasi. Virus ini bisa ditularkan kelelawar buah melalui cairan tubuhnya seperti liur, urin, tinja, darah. Virus Nipah bisa menular ke manusia atau hewan lain jika makan buah, sari pohon yang tercemar cairan tubuh kelelawar yang terinfeksi. Bisa juga melalui media perantara seperti buah, pohon, tanah, dan lainnya yang tercemar, tetapi penularan ini bukan melalui kulit. Virus tetap masuk melalui selaput lendir di mulut dan hidung, dengan kata lain jika menyentuh benda yang tercemar kemudian tangan yang terkontaminasi ini menyentuh area mukosa lendir misalnya di mulut, hidung, maka virus bisa masuk. Secara teori, virus bisa masuk melalui kulit jika kulit dalam keadaan terbuka misalnya sedang terluka. Penularan antar manusia, antar hewan sejenis, dan hewan ke manusia bisa terjadi melalui kontaminasi cairan tubuh dan inhalasi (menghirup) droplet. 

 

Cara pencegahan berfokus pada:
●    mencegah atau meminimalisir paparan virus 
●    menjaga imun tubuh
●    mengkondisikan lingkungan.


Secara umum, pencegahan terdiri dari:

  • Terapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan dan memakai masker terutama ketika berkontak dengan orang atau hewan terinfeksi.
  • Cuci dan kupas buah sebelum dimakan.
  • Buang buah yang ada gigitan hewan.
  • Hindari minum sari pohon atau sadapan yang segar.
  • Masak daging hingga matang sepenuhnya.
  • Hindari area sarang kelelawar. 
  • Jaga imun tubuh.
  • Edukasi tentang virus Nipah pada pekerja di peternakan, perkebunan, atau di rumah jagal.

 

Panduan praktis mencuci buah:

  • Cuci buah dengan air mengalir sembari digosok-gosok dengan sikat buah atau tangan.
  • Tetap cuci buah walaupun buah akan dikupas. Ketika mengupas, pisau bergerak dari kulit ke daging buah, ini dapat membuat virus di kulit masuk mencemari daging buah.
  • Penggunaan sabun cuci piring tidak dianjurkan untuk mencuci buah. Sabun khusus buah dan sayur boleh digunakan walaupun tidak diperlukan.

 

Panduan praktis memilih buah:

Hindari buah yang mungkin telah terkontaminasi kelelawar, cirinya:

  • ada bekas gigitan atau cakar berupa lubang kecil atau sayatan paralel berbentuk huruf V pada kulit buah
  • buah jatuhan dengan kulit yang terbuka bisa tercemar jika kelelawar menjilat buah tersebut
  • terlihat bercak busuk tidak wajar misalnya ada satu titik busuk dengan lubang di tengahnya
  • ada bagian buah dengan ampas kering menempel.

Kelelawar buah lebih sering memilih buah berkulit lunak, rasa manis, dan aroma buah kuat misalnya mangga, pisang, pepaya, jambu biji. Buah berkulit keras, pahit, atau bergetah tinggi seperti buah kelapa, nanas, salak, jeruk, lemon, baru akan dikonsumsi oleh kelelawar jika pilihan utamanya tidak tersedia.

 

Virus Nipah sekeluarga dengan virus campak dan gondongan. Penularan virus Nipah tidak semudah penularan pada campak dan gondongan. Virus Nipah dapat bertahan dalam hitungan jam sampai hari di sari buah, sari pohon, atau urine, tetapi virus akan menjadi inaktif sejalan dengan berlalunya waktu. Proses ini dipercepat oleh lingkungan yang kering, suhu yang tinggi, dan paparan sinar matahari. Jadi tidak perlu panik dan cemas berlebihan terhadap virus Nipah. Tetap lakukan berbagai tindakan pencegahan karena kelelawar buah tidak hanya terkait virus Nipah saja, tapi juga berpotensi menularkan virus, bakteri, dan jamur.

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia