Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Panduan Praktis Bagi Diabetesi di Cuaca Panas

Menghadapi musim kemarau yang panas dan lembab memerlukan strategi khusus bagi diabetesi. Bukan hanya perkara gerah serta kulit lengket. Mekanisme bertahan tubuh ketika menghadapi cuaca panas dan lembab bisa malah menjadi senjata makan tuan bagi diabetesi. 

Diabetesi rentan terjebak lingkaran setan saat cuaca panas karena mekanisme alami tubuh yang saling membebani. Suhu panas memicu keringat berlebih untuk mendinginkan tubuh. Ini berpotensi menyebabkan dehidrasi, volume cairan darah menyusut dan darah menjadi kental. Secara otomatis konsentrasi gula darah akan meningkat.

Respons untuk membuang kelebihan gula darah ini terjadi melalui ginjal. Frekuensi berkemih akan ditingkatkan agar kelebihan gula darah dibuang melalui urine. Hal ini justru memperparah dehidrasi. Kondisi ini diperparah oleh komplikasi diabetes berupa gangguan saraf yang menumpulkan sensor rasa haus.

Panduan komprehensif agar diabetesi mampu menjaga kadar gula darah dalam cuaca panas dan lembab

1. CEGAH DEHIDRASI

JAGA ASUPAN CAIRAN

  • Cukupi hidrasi melalui minum cairan tanpa gula tambahan, tanpa kafein seperti:
  1. air putih
  2. teh herbal seperti teh bunga (telang, rosella, chamomile), teh daun (mint, kemangi), teh rempah (jahe, kunyit, kayu manis)
  3. infused water
  4. kuah sayur, sop, dll.
  • Minum teratur, sedikit tapi sering walaupun tidak haus.
  • Konsumsi buah dan sayuran berkadar air tinggi seperti timun, tomat, atau semangka.

KENDALIKAN PENGELUARAN CAIRAN.

Urine. Salah satu penyebab frekuensi berkemih meningkat adalah ketika ada kebutuhan untuk membuang kelebihan gula dan garam.

  • Hindari/batasi minuman manis dan beralkohol.
  • Batasi jus, air kelapa karena ada kandungan gula alami.
  • Batasi makanan yang terlalu asin.

Keringat. Upayakan meminimalkan keringat.

  • Kenakan pakain longgar, tipis, berbahan katun/linen, berwarna terang.
  • Hindari/batasi berada di bawah matahari terik atau panas.
  • Jika terpaksa keluar rumah, kenakan payung dan topi.
  • Tempelkan kain dingin (kompres es) pada pergelangan tangan, leher, atau lipat paha.
  • Gunakan semprotan air mandiri (mist) untuk membantu mendinginkan tubuh.

Lingkungan. Turunkan suhu dan kelembaban. Kelembaban yang tinggi membuat keringat sulit menguap, suhu tubuh sulit turun.

  • Atur sirkulasi udara misalnya dengan ventilasi silang, memasang exhaust fan, kipas angin
  • Turunkan kelembaban udara:
  1. gunakan mode dry pada AC
  2. gunakan dehumidifier
  3. letakkan semangkuk garam di ruangan.
  • Hindari menggoreng atau memasak dalam waktu lama, tutup panci ketika memasak.
  • Hindari menjemur pakaian dalam ruangan.
  • Keringkan area kamar mandi.

 

2. MONITOR KADAR GULA DARAH, TANDA, DAN GEJALA

Monitor kadar gula darah secara rutin, tidak mengandalkan tanda atau gejala yang dirasakan.

Waspadalah senantiasa terutama saat:

  • sering haus, mulut kering, nafas bau
  • sering berkemih
  • sangat lelah, pusing, pandangan kabur
  • mood buruk, sulit konsentrasi, pusing, sakit kepala
  • mual, muntah.

Secepatnya cari bantuan medis ketika muncul:

  • napas sesak, berbau buah (fruity breath)
  • mual, muntah hebat
  • kebingungan mental, bicara meracau, sangat mengantuk, sulit dibangunkan
  • suhu tubuh di atas 40°C, kulit teraba panas, kering, berwarna kemerahan.

Kunjungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut.

Sehat itu dimulai dari hal-hal sepele dan sederhana. Kewaspadaan adalah kunci untuk memutus rantai komplikasi sebelum terlambat. Yuk, mulai peduli!

 

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia