Ada seorang pasien yang mengeluh sakit kepala. Setelah dicari, ternyata sumber sakit kepala adalah kurang tidur, dan akar permasalahan kurang tidur adalah adanya racing thoughts. Kondisi ini adalah otak kewalahan dan terasa penuh sesak, kacau, campur aduk, berisi berbagai pikiran yang berjalan dengan cepat tanpa henti, melompat-lompat dari satu pikiran ke pikiran lain. Pikiran bisa berupa ide kreatif pekerjaan, tapi yang lebih banyak dialami adalah pikiran yang cenderung negatif misalnya kekhawatiran, ketakutan, kesedihan, keresahan, kemarahan.
Jika pasien ini hanya diberi obat pereda sakit kepala, maka keluhan mereda tapi akan kembali muncul. Penanganan yang tepat tentu dengan mengatasi akar permasalahan yaitu meredakan racing thoughts. Ada beberapa pilihan cara. Cara terbaik bukanlah dengan melawannya tapi dengan menyadari dan menerima racing thoughts tersebut, kemudian mengeluarkannya dari kepala. Berdasarkan pengalaman pasien tersebut, proses mengeluarkan pikiran melalui menulis surat yang tidak dikirim, manjur meredakan racing thoughts.
Menulis surat yang tidak dikirim memiliki dasar ilmiah kuat dalam dunia psikologi dan neurosains, terutama melalui model Expressive Writing yang dipopulerkan oleh Dr. James Pennebaker pada tahun 1986. Penelitian klinis yang dilakukan menunjukkan bahwa dengan menuangkan emosi traumatik atau pikiran yang kacau ke sebuah narasi tulisan, kadar hormon stres menurun, fungsi sistem imun meningkat, dan kecemasan mereda secara signifikan.
Teknik ini bekerja dengan memindahkan aktivitas otak dari bagian emosi ke pusat logika. Saat panik, otak jadi super berisik dan pusing sendiri. Bagian otak yang namanya amigdala (bagian emosi) yang berguna untuk mendeteksi bahaya, akan aktif. Ini memicu racing thoughts.
Saat menulis surat, bagian otak yaitu korteks prefrontal (pusat logika) akan jadi aktif karena dipaksa untuk memilih kata-kata dengan mengurai isi pikiran yang kusut. Setelah itu otak menugaskan tangan untuk menulis kata-kata tersebut. Akibat kesibukan baru ini, aktivitas amigdala diredam dan ditenangkan. Intensitas emosi langsung mereda, timbul rasa lega.
Menulis surat akan seketika mengurai kekacauan otak dengan cara mengeluarkan masalah dari dalam diri atau eksternalisasi pikiran. Surat memberi ruang aman dan bebas pada diri sendiri, tanpa takut dihakimi, dan tanpa konsekuensi apapun karena surat ini tak akan pernah dikirim. Walaupun tidak dikirim, ini akan melepaskan katup emosi yang menyebabkan dan juga disebabkan oleh racing thoughts.
Surat bisa ditujukan pada diri sendiri di waktu lampau, di masa kini, maupun masa depan. Bisa juga ditujukan pada musuh atau orang yang dibenci, atau dicintai. Bahkan surat bisa dibuat untuk kecemasan atau kemarahan yang sedang dialami. Tidak perlu memusingkan sopan santun, susunan kata, atau tata bahasa, tidak juga perlu masuk akal. Tulis semua yang ada dalam kepala, tumpahkan dalam kertas.
Jangan pernah kirim surat ini! Ingat, surat ini dibuat untuk membersihkan isi kepala. Ibaratnya membuang sampah dalam pikiran. Ini tidak melewati saringan baik saringan moral, etika, sopan santun, dan lainnya. Jadi setelah selesai menulis, musnahkan surat ini.
Cara ini merupakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan mandiri di rumah. Jika kekalutan dan kekacauan pikiran tidak mereda hingga mengganggu aktivitas atau menimbulkan gejala, jangan ragu untuk konsultasi ke tenaga kesehatan.