Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Punya Sakit Maag atau GERD, Boleh Puasa atau Tidak?

Berbagai pertanyaan yang sering melintas di benak pejuang GERD dan sakit maag saat bulan Ramadhan. Boleh puasa nggak, kalo puasa, bahaya nggak, nanti malah sakit. Nah, untuk menjawab itu semua, maka tulisan ini dibuat!

Sakit Maag dan GERD itu Beda

Meskipun sama-sama punya story dengan asam lambung, mereka penyakit yang beda, ya! Sakit maag adalah peradangan pada lapisan dalam lambung dengan gejala utama berupa nyeri ulu hati, kembung, mual.

Beda dengan GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease yaitu naiknya asam lambung, kadang bareng sama sedikit isi lambung, ke arah kerongkongan. Ini menjelaskan mengapa gejala GERD terasa panas, seperti terbakar di ulu hati, dada, leher, sampai ke mulut. Ketika asam sampai di area sekitar kerongkongan, refleks batuk bisa terjadi. Rasa asam dan pahit di mulut, kadang nyelip sedikit sisa makanan itu adalah isi lambung yang naik.

Secara garis besar, pengobatan sakit maag dan GERD hampir sama, pemberian antasida, penghambat produksi asam lambung, dan obat buat ngatur katup esofagus dan kecepatan pengosongan lambung. Pada sakit maag yang disebabkan bakteri, akan diberikan antibiotika.

Gaya hidup yang dianjurkan juga mirip: hindari makanan pedas, asam, berminyak, gorengan, hindari minuman dengan kafein, soda, hindari kekenyangan, dan beri jarak antara waktu makan dengan waktu tidur.

Kapan Boleh Puasa?

Pejuang sakit maag dan GERD boleh puasa asalkan:

  • gejala hanya ringan dan terkendali
  • disiplin diri baik terutama terkait jadwal, jumlah, dan jenis makanan dan minuman
  • lifestyle mendukung, tidur cukup, anti stres berkepanjangan
  • dokter beri lampu hijau.

Kapan sebaiknya tidak puasa dulu?

Pas kamu ngerasa penyakit parah dan ganggu pake banget, buruan bikin janji ketemu sama dokter. Beberapa situasi masih bisa ditawar, misalnya masih bisa puasa dengan syarat dan kondisi tertentu, bagaikan mau donlot aplikasi.

Sebaiknya jangan puasa dulu kalo:

  • nyeri perut hebat
  • muntah darah atau cairan hitam
  • tinja kehitaman
  • berat badan turun drastis
  • lemas berlebihan
  • diare, muntah berkali-kali
  • pusing, keringat dingin
  • dokter beri lampu merah.

Mitos atau akta: “Puasa itu bagus untuk menyembuhkan sakit maag atau GERD”

Ini jawabannya agak tricky. Bisa bagus, bisa juga malah bikin parah, tergantung bagaimana puasa itu dijalankan. Puasa bisa bantu sebagian orang menyembuhkan sakitnya karena dengan puasa, mereka jadi makan lebih teratur, ada waktu makan, ada waktu nggak makan. Jadi lambung bisa istirahat.

Masalahnya, godaan itu banyak pas bulan Ramadhan, jajanan aneka rupa bertebaran di mana-mana, dari sudut gang sampe ke mall. Kamu bakalan sulit memilih jenis yang aman dan membatasi jumlah yang dikonsumsi. Semua pengen dilahap, jadi kekenyangan. Belum lagi skip sahur kalau pas malas sahur, malas masak, lupa beli, atau kesiangan bangun sahur.

Puasa bermanfaat untuk memberi jeda bagi lambung biar istirahat sekaligus momen untuk bisa makan lebih baik dan teratur. Puasa bukan otomatis menyembuhkan. Kuncinya ada pada pengetahuan dan disiplin diri: pilih makanan yang tepat, jaga porsi, komposisi nutrisi, cukupi hidrasi. Dengarkan suara tubuh, kalau gejala terasa ringan dan terkendali, puasa bisa menyehatkan. Tapi kalau kondisi parah, jangan ragu konsultasi ke dokter. Puasa seharusnya jadi berkah, bukan beban.

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia