Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Sakit Kepala? Coba Cek, Kapan, dan Bagaimana Pipis Kamu Terakhir?

Sakit kepala sering hadir pada waktu yang tidak tepat. Pas kerjaan sedang bertumpuk dengan deadline ketat, hadirnya sakit kepala akan membuat dunia seperti akan kiamat! Sebelum mengamuk, coba tarik napas dalam pelan-pelan sambil mengingat, kapan terakhir kali kamu pipis? Dalam 4 jam terakhir kamu belum pipis dan sekarang pun masih ada urgensi ke toilet? Urine terakhir kali banyak atau sedikit? Warnanya kuning gelap, cuma sedikit, dan bau pesing? Jika jawabnya lebih dari 4 jam, urine hanya sedikit, pekat, berwarna kuning tua, bau, sangat besar kemungkinan kamu dehidrasi. Fun fact, Dehidrasi bisa mengundang sakit kepala!

Kok, dehidrasi bisa jadi sakit kepala?

Dehidrasi mudah dialami ketika orang lupa minum karena ada di ruangan yang dingin, atau sedang melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat, sedang mual, muntah, diare. Ketika dehidrasi, volume darah akan menurun. Akibatnya pengiriman darah yang membawa oksigen dan nutrisi akan berkurang. 

Pembuluh darah akan menyempit dalam upaya berhemat. Otak akan mengkerut sementara. Apalagi ketika ditambah dengan gangguan keseimbangan elektrolit. Ingat, cairan yang keluar dalam bentuk keringat, urin, muntahan, dan diare tidak hanya mengandung air saja, tapi juga elektrolit. 

Mekanisme ‘berhemat’ yang dilakukan inilah yang berujung pada sakit kepala, kram otot, gampang lelah, dan brain fog. 

Ciri-ciri sakit kepala akibat dehidrasi

Lokasi sakit bersifat individual, ada yang merasa sakit di seluruh kepala, ada yang di area depan, samping, atau belakang kepala.

Sakit bersifat tumpul, berdenyut, berat, tegang, kencang seperti diikat.

Semakin parah ketika bergerak, apalagi bergerak tiba-tiba, seperti membungkuk, menggeleng, berubah posisi, atau jalan cepat.

Selain tanda terkait pipis tadi, sakit kepala disertai dengan tanda dehidrasi lain:

  • mulut dan tenggorokan terasa kering
  • haus
  • bibir pecah-pecah
  • kulit kering
  • lelah
  • brain fog
  • kram otot.

 

Pertolongan yang dapat dilakukan

Mengingat sebab terjadinya adalah kurang cairan, maka terapinya tentu dengan memberi cairan. 

Minum secara perlahan. Jangan sekaligus minum dalam jumlah yang besar.

  • Pilih air putih jika dehidrasi terjadi hanya karena lupa minum.
  • Pilih cairan elektrolit misalnya oralit atau air kelapa jika dehidrasi terjadi akibat berkeringat dalam jumlah besar, cuaca panas ekstrem, dalam keadaan muntah atau diare hebat.

Pindah ke ruangan yang sejuk dan tenang.

Bantu dengan kompres di area yang sakit.

  • Kompres dingin jika kepala terasa berdenyut. 
  • Kompres hangat untuk tengkuk jika terasa kencang, tegang, kaku atau berat.

Obat anti nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen boleh diminum jika sakit terasa sangat mengganggu. 

Kapan harus ke dokter?

Biasanya sakit kepala karena dehidrasi akan cepat mereda dengan tergantikannya cairan yang kurang. Jika dalam hitungan menit atau jam, sakit kepala masih mengganggu, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter.

Segera ke dokter, tidak perlu menunggu atau mencoba terapi minum dulu jika ada gejala ini:

  • demam tinggi
  • gejala saraf: kesemutan, lemah sebelah, pelo, bicara tidak jelas, kebingungan
  • tidak mampu minum karena mual hebat
  • diare terlalu sering dan jumlahnya banyak
  • detak jantung meningkat, tekanan darah drop, pusing hebat, mau pingsan
  • sakit kepala hebat dan disertai gangguan penglihatan, pendengaran, dll.

Tubuhmu punya mekanisme yang hebat untuk bertahan dalam setiap keadaan. Dia juga selalu berbisik untuk minta pertolongan. Yuk, belajar mendengarkan setiap bisikan tubuh. 

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia