Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Tetap Bertenaga Saat Puasa: Panduan Olahraga Aman Agar Tubuh Tetap Fit

Pada sadar nggak, kalau sebenarnya olahraga itu bukannya bikin kita capek tapi malah ngasih energi buat kita. Justru dengan seharian mode rebahan badan kita nggak akan ada perubahan, tetap aja nggak nambah energinya, malah makin surut. Olahraga bakalan bikin lemes kalau salah ngaturnya! Olahraga tepat bisa jaga level energi, mood, dan kesehatan fisik lho! Yuk, bongkar cara gampang tetap fit selama olahraga dengan gerak nyaman dan aman.

BAHAN BAKAR YANG BERKUALITAS, BUKAN HANYA KUANTITAS

  1. Untuk bisa olahraga dan jaga level energi, tentunya harus isi tubuhmu dengan bahan bakar berkualitas, bergizi lengkap dengan proporsi seimbang dan porsi pas, bukan sekedar kuantitas. Ingat makan banyak bukan berarti makan sehat!
  2. Jaga hidrasi dengan minum air putih dan hindari yang terlalu asin, manis, pedas, dan mengandung kafein. Mengapa? Tubuh kita secara otomatis akan berusaha menjaga diri. Terlalu banyak garam akan mengganggu keseimbangan dalam tubuh, timbul reaksi dengan membuang garam tersebut melalui urin. Demikian juga jika terlalu banyak gula. Jadi makan terlalu asin dan manis akan memicu kita lebih sering berkemih. Bisa dehidrasi cuy! Makan terlalu pedas sama dengan berkeringat, cairan keluar banyak. Belum lagi kalau kena diare. Sedangkan kafein bisa membuat kamu pipis lebih sering. risiko dehidrasi, kan?
     

WAKTU YANG TEPAT

Sebenarnya waktu yang tepat adalah waktu ketika olahraga benar-benar dapat diwujudkan bukan hanya wacana dan rencana. Semua waktu memiliki pro dan kontranya. Jadi tinggal sesuaikan saja dengan kemauan dan kemampuan kamu.

1. Sebelum sahur

Kamu bakalan bangun lebih awal, harus lebih tricky untuk atur waktu tidur. Kemauan olahraga akan bertengkar dengan rasa kantuk, butuh motivasi kuat. Enaknya adalah bisa langsung minum dan makan. Badan juga masih bertenaga. Untuk jenis dan intensitas olga lebih fleksibel. Tinggal disesuaikan dengan kemauan, kemampuan, dan tujuan olga. Tapi jika berencana untuk tidur lagi setelah sahur, maka olga bisa membuat sulit tidur bagi sebagian orang. Olga meningkatkan suhu badan dan membuat rasa segar.

2. Sesudah sahur

Untuk pilihan waktu ini, perlu pertimbangkan cadangan energi dan cairan, mengingat waktu berbuka masih lama sementara aktivitas masih antri. Olga ini bisa dilakukan jika tidak punya rencana untuk lanjut tidur habis sahur. Turunkan durasi olga dan intensitas olga 20-40%. Pilih olga ringan hingga sedang saja seperti jalan kaki, senam.

3. Menjelang berbuka

Rawan dehidrasi dan hipoglikemia (gula darah turun). Jadi pilih intensitas ringan saja. Jika ingin intensitas sedang, waspadai tanda dehidrasi dan hipoglikemia. Pastikan olga di tempat sejuk, sirkulasi udara baik. Pakaian nyaman, longgar, tipis, dan terbuat dari bahan katun atau lainnya yang menyerap keringat. Segera hentikan olga jika merasa pusing, lemas, berkunang-kunang, gemetar, deg-degan, nyeri (di manapun lokasinya), dan rasa haus yang hebat.

4. Sesudah berbuka sampai sebelum tidur

Waktu ini relatif lebih fleksibel. Kamu bisa makan, minum sehingga durasi dan intensitas lebih mudah disesuaikan. Kaum susah tidur habis olga, jaga jarak antara olga dan tidur setidaknya beda 2 jam. Hindari langsung olga setelah kenyang, apalagi kekenyangan!

Cus, pilih waktumu, alami level energi dan mood yang bakalan auto up. Bonusnya sehat fisik!

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia