Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Tidak Ada Gejala, Bukan Berarti Tidak Diabetes!

Apakah Tidak Ada Gejala Pasti Tidak Menderita Diabetes?

Tanda dan gejala diabetes terutama pada prediabetes dan diabetes tipe 2, kerap berkembang dengan lambat. Kita bisa saja hidup seperti biasa tanpa keluhan selama bertahun-tahun padahal sudah mengidap diabetes. Tidak adanya keluhan menyebabkan orang tidak menyadari bahwa sudah terkena diabetes.

Pada sebagian orang, diabetes dapat memberikan tanda dan gejala berupa:

  • sering merasa haus 
  • frekuensi buang air kecil yang meningkat terutama di malam hari
  • sering merasa lapar
  • berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
  • merasa lelah, lemas, atau lemah
  • penglihatan menurun atau kabur
  • luka lambat sembuh
  • mulut dan kulit terasa kering
  • sering terkena penyakit infeksi misalnya di gusi, kulit, saluran kemih, dll
  • keputihan
  • kesemutan, baal, atau rasa terbakar di kaki dan tangan
  • gatal-gatal
  • warna kulit di selangkangan, ketiak, dan leher menjadi lebih gelap, kehitaman, atau kecoklatan
  • impoten.

 

Tidak semua gejala tersebut pasti akan dialami ketika menderita diabetes. Pada tahap awal, gejala tidak selalu hadir dan kalaupun hadir, gejala yang dirasakan tidak terlalu mengganggu dan tidak jelas sehingga kerap disalahartikan oleh penderita. Misalnya: 

  • sering merasa haus, dikira karena kurang minum atau kebanyakan makan yang asin
  • frekuensi buang air kecil yang meningkat terutama di malam hari, dianggap karena kebanyakan minum atau kedinginan
  • sering merasa lapar, dipikir karena terlalu banyak pekerjaan, stres
  • berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, banyak yang tidak mencari sebabnya tetapi senang-senang saja karena bisa kurus tanpa usaha
  • merasa lelah, lemas, atau lemah, dimaklumi sebagai akibat dari pekerjaan atau aktivitas
  • penglihatan menurun atau kabur, disalahartikan sebagai perlu ukuran kacamata yang baru, lelah bekerja, atau stres.

Semakin lama menderita diabetes, biasanya gejala-gejala akan timbul semakin banyak, semakin jelas, dan semakin mengganggu.

 

Berbahayakah diabetes jika dibiarkan?

Menurut data dari World Health Organization jumlah diabetesi (penderita diabetes) pada tahun 1980 adalah 108 juta orang dan meningkat hampir 4 kali lipat pada tahun 2014, menjadi 422 juta orang. Jumlah kasus meningkat lebih cepat di negara yang berpenghasilan rendah sampai menengah dibandingkan dengan negara yang berpenghasilan tinggi.

Beberapa komplikasi yang sering timbul akibat diabetes:

  • kebutaan
  • gangguan pendengaran
  • gagal ginjal 
  • serangan jantung 
  • stroke
  • amputasi kaki dan tungkai bawah
  • impotensi
  • depresi
  • risiko penyakit Alzheimer meningkat.

 

Komplikasi ini berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Semakin lama menderita diabetes, semakin tidak terkontrol kadar gula dalam darah, semakin banyak penyakit lain yang diderita, maka semakin tinggi risiko terkena komplikasi dan semakin cepat terkena komplikasi. Sebagian besar dari komplikasi yang telah terjadi tidak bisa kembali ke keadaan semula, yang bisa dilakukan hanyalah menahan agar tidak terjadi perburukan.

Jadi semakin dini mengetahui diagnosis diabetes, semakin cepat mengendalikan kadar gula dalam darah, semakin baik.

Karena tanda dan gejala diabetes yang seringkali tidak muncul atau muncul secara samar, maka kita perlu melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin.

Pemeriksaan tetap dilakukan walaupun merasa sehat dan terlihat sehat.

Apabila gejala diabetes muncul, maka pemeriksaan harus secepatnya dilakukan.

 

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia