Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Tip Memilih Resolusi Kesehatan yang Tepat di 2025

Akhir tahun merupakan waktu untuk melakukan refleksi atas seluruh pencapaian dan juga kegagalan yang telah dijalani selama setahun, termasuk juga kesehatan. Umumnya, resolusi kesehatan yang telah dibuat pada awal tahun tidak akan tercapai di akhir tahun. Tenang, kamu tidak sendirian. Saking banyaknya kegagalan pencapaian resolusi tahunan, bahkan ada tanggal tidak resmi untuk memperingatinya, yaitu setiap 17 Januari atau ada pula yang memperingati di setiap hari Jumat minggu kedua bulan Januari.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh The Forbes Health/One Poll rata-rata resolusi bertahan hanya 3,74 bulan saja. Hanya sekitar 9-12% saja yang bertahan dengan resolusinya sampai genap setahun. Menjaga kesehatan adalah salah satu resolusi yang paling umum diambil setiap tahun. Resolusi terbanyak yang dipilih orang di tahun 2024 adalah kebugaran sedangkan kesehatan mental menjadi pilihan terpopuler di tahun 2023.

Ada beberapa pilihan resolusi terkait kesehatan yang mungkin cocok untuk kamu yang kaum rebahan, warga penikmat jajan, kalangan begadang:

  • Menurunkan berat badan,
  • Mengurangi konsumsi gula,
  • Makan lebih serat,
  • Menurunkan kadar kolesterol jahat,
  • Meningkatkan aktivitas fisik,
  • Mencukupi kebutuhan tidur,
  • Berhenti merokok atau vaping.

 

Lalu yang manakah yang harus dipilih?

Untuk menjatuhkan pilihan, lakukan beberapa langkah ini:

  • Evaluasi status kesehatanmu. Pertimbangkan beberapa faktor seperti berat badan, pola makan, kebiasaan olahraga, jumlah jam tidur dan kualitas tidur. Mungkin perlu konsultasi dan pemeriksaan laboratorium untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan akurat.
  • Pikirkan apa yang kamu paling inginkan untuk diperbaiki.
  • Pertimbangkan berbagai aspek, misalnya mana yang paling berdampak bagi kesehatan dan paling memungkinkan untuk dilakukan, serta apa saja sumber daya yang dimiliki.

 

Memiliki resolusi kesehatan sudah merupakan sebuah langkah kecil menuju sehat. Mengingat banyaknya kegagalan yang dialami dalam pencapaian resolusi ini, mari kita bedah mengapa gagal dan bagaimana mencapainya dengan lebih mudah.

 

Resolusi yang terlalu luas dan tidak realistis

Resolusi seperti ‘saya ingin kurus’ lebih sulit diwujudkan ketimbang ‘ingin menurunkan berat badan 2 kilogram setiap bulan’. Demikian pula dengan resolusi yang tidak realistis (dan juga mungkin akan menjadi tidak sehat) misalnya ‘turun berat badan 20 kilogram dalam sebulan’. Tujuan yang spesifik, terukur secara objektif dan subjektif akan lebih mudah dicapai dan dipantau.

 

Tidak ada perencanaan yang terstruktur

Setelah menetapkan resolusi, buatlah rencana yang terstruktur untuk mencapainya. Misalnya, jika tujuanmu adalah berolahraga lebih sering, tentukan hari dan waktu yang spesifik untuk berolahraga. Buat jadwal mingguan dan patuhi jadwal tersebut. Langkah ini akan membantumu tetap fokus dan konsisten.

 

Tidak mengenal diri sendiri

Kemampuan, kebiasaan, kondisi, dan kehidupan setiap orang berbeda, maka mengenali diri menjadi poin penting untuk mencapai keberhasilan. Ada orang yang mampu dan lebih suka untuk melakukan perubahan secara radikal. Ada pula yang lebih bisa dan suka melakukan perubahan secara gradual. Tidak ada yang lebih baik atau lebih unggul. Semua jalan yang dipilih memiliki keunggulan dan kelemahan. Pilih saja yang paling sesuai, mudah, dan menyenangkan.

 

Tidak melakukan monitor dan evaluasi

Tidak setiap saat kita mampu selalu kuat dan teguh menjalankan resolusi. Monitor dan evaluasi membantu meluruskan jalan ‘menyimpang’ yang kamu ambil.

 

Bertempur sendiri

Pertempuran akan lebih mudah kamu menangkan bersama dengan orang lain. Ajak atau minta bantuan orang terdekat dalam perjalanan merealisasikan resolusi. Tentunya kamu akan lebih bersemangat dan kuat jika mendapatkan teman seperjalanan bukan?

 

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia