Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Tips Berpuasa Agar Tetap Bugar

Puasa Ramadan bukan cuma soal nahan lapar dan haus aja, tapi juga biar kita bisa berempati, bersyukur, tidak ketinggalan tentunya termasuk regulasi emosi, melatih kesabaran. Ditinjau dari sisi kesehatan fisik, puasa artinya waktu istirahat bagi berbagai organ misalnya saluran pencernaan, kelenjar pankreas, hati, ginjal. Berpuasa juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk melakukan proses detoks alami level sel, nama kerennya autophagy. Selama proses ini, sel-sel tubuh akan ‘memakan’ berbagai sel yang sudah tua, rusak, tidak berfungsi, termasuk sel yang bakalan potensi jadi kanker atau sel yang udah tercemar bakteri atau virus. Hasilnya akan terjadi perbaikan sel, risiko berbagai penyakit turun, dan memperlambat proses penuaan. Mantap, kan?

Buat kita kaum pekerja, kerjaan tetap berjalan, tantangannya ada di menjaga stamina, mood, dan produktivitas sepanjang hari, tanpa drama lemas, badai lapar, dan godaan haus. Nah, biar puasa lancar tapi tetap bugar, berikut tips simpel yang bisa langsung diterapkan.

  1. Perhatikan kecukupan nutrisi saat sahur, berbuka, dan makan malam. Makan bukan berarti biar senang dan kenyang aja, tapi juga bekal energi buat fisik dan mental. Makan yang berkualitas, bukan kuantitas. Makan pintar mencakup gizi lengkap dalam proporsi yang seimbang, nggak cuma total porsi yang diperhatikan. Komplit, protein, lemak baik, karbo (yang kompleks lebih bikin awet kenyang), serat. Kurangi yang terlalu manis, asin, pedas, asam, dan gorengan. 
  2. Jaga hidrasi dengan cukup minum air putih dan membatasi kafein seperti teh, kopi, matcha. Kafein bisa bersifat diuretik ringan, memicu buang air kecil, yang ujungnya bisa jadi kita tambah haus. 
  3.  Charge diri dengan tidur. Kurang tidur bikin lemas, nafsu makan menggila, dan otak jadi lemot. Produktivitas turun, boss bisa ngamuk. Tidur lebih cepat, nggak usah begadang kalau nggak penting. Eits, jangan banyak alasan, kamu sebenarnya udah paham banget, mana yang penting, mana yang nggak. Boleh juga nih, nambah dengan power nap, tidur siang sejenak, 20 menit, jangan lebih dari 30 menit.  
  4. Tetap hidup aktif. Kebanyakan duduk atau cuma baring malahan bikin lemes. Olahraga tetap dijalankan, mungkin perlu penyesuaian waktu, durasi, dan intensitas.
  5. Kelola stres dan emosi dengan teknik relaksasi dan mindful alias berkesadaran. Kalau tidak diregulasi, sistem saraf simpatik akan terus aktif. Akibatnya ke mana-mana. Bisa bikin kita jadi lapar dan susah bugar. 
  6. Jangan abaikan produktivitas. Buat to-do list, urutkan yang paling penting dikerjakan dulu, mumpung energi masih pol di awal hari. Pakai teknik Pomodoro, bukan Podomoro ya, itu mah Sunter sanaan dikit. Teknik ini gampang tapi manjur, fokus kerja, anti gangguan apapun selama 25 menit, terus break, terserah mau ngapain, selama 5 menit, next, lanjut fokus lagi 25 menit, break 5 menit, dan seterusnya. Setelah 4 cycle, break diperpanjang jadi 15 menit. 

So, puasa bukan penghalang untuk tetap bugar dan produktif. Jadikan Ramadan bukan sekadar bertahan tapi momen tepat buat upgrade gaya hidup jadi lebih sehat, pola makan, tidur cukup, hidup aktif, dan mental positif. Tubuh bugar, kerjaan lancar, mental segar. Yuk, puasa sembari bikin naik level!

Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia