Wellbeing Articles

Counseling

COUNSELING

Vaksin Influenza: Langkah Proteksi Menghadapi Superflu

Superflu adalah istilah populer untuk menyebut virus Influenza A H3N2 subclade K, varian virus influenza atau flu yang lebih cepat menular dari varian flu musiman biasa. Virus ini menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan. Gejala superflu bisa terasa lebih ‘menghantam’ tubuh dibanding flu biasa, selain gejala flu umumnya, demam pada superflu lebih tinggi, nyeri otot dan rasa lemas terasa hebat, disertai batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Pada sebagian kasus terjadi sesak napas.

Pengobatan

Umumnya orang sehat yang terinfeksi superflu dapat sembuh sempurna dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Pada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, manula, orang dengan gangguan imun, minum obat penekan imun, dan berpenyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, paru, ginjal, kanker, superflu dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti radang paru, otak, dan sebagainya yang dapat menimbulkan kematian. Walaupun terdengar mengerikan, WHO menyatakan bahwa risiko kematian pada Superflu sama dengan flu biasa.

Obat-obatan diberikan sesuai gejala, misalnya jika demam diberikan paracetamol, jika batuk diberikan obat batuk, pengencer dahak, dan seterusnya. Jika penyakit parah atau penderita adalah kelompok rentan, maka dokter mungkin akan menambahkan anti virus misalnya oseltamivir.

Cara Pencegahan

Menerapkan protokol kesehatan:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  • Kenakan masker saat di keramaian atau sirkulasi udara buruk.
  • Tidak menyentuh area wajah sebelum cuci tangan.
  • Menjaga kebersihan permukaan benda.

Jaga imun tubuh dengan:

  • makan bergizi lengkap, seimbang
  • cukup tidur
  • rutin olahraga, hidup aktif
  • menghindari stres berlebih, rokok, alkohol.

Jaga kesehatan usus (karena imun tubuh berkaitan erat dengan usus):

  • batasi makanan/minuman olahan, yang terlalu manis, asin, berminyak, serta berbahan aditif (pewarna, pengawet, dll)
  • tidak sembarangan konsumsi antibiotik
  • konsumsi probiotik dan prebiotik
  • jaga hidrasi, agar usus sehat dan selaput lendir saluran napas tetap lembab dan berfungsi optimal.

    Vaksinasi Influenza.

    Mengenal Vaksin Influenza

    Vaksin flu yang ada di Indonesia:

  • Quadrivalent Influenza Vaccine (QIV): memberikan perlindungan dari 4 strain utama: 2 Influenza A termasuk H3N2 dan 2 Influenza B yaitu B/Victoria dan B/Yamagata.
  • Trivalent Influenza Vaccine (TIV): melindungi dari 3 strain yaitu H1N1, H3N2, dan satu Influenza B yaitu strain B/Victoria.

    Sampai saat ini, vaksin khusus Superflu belum ada. Secara global diyakini bahwa vaksin Influenza biasa mempunyai efektifitas cukup baik untuk memberikan perlindungan terhadap virus Superflu.

Vaksin QIV maupun TIV bisa digunakan. Untuk periode tahun 2025-2026, rekomendasi beberapa lembaga kesehatan termasuk Centers for Diseases Control and Prevention (CDC) jatuh pada TIV. Vaksin QIV memberikan perlindungan lebih luas dengan menyertakan strain B/Yamagata sedangkan TIV tidak, tetapi sejak April 2020 data pengawasan global telah memberikan konfirmasi bahwa strain B/Yamagata tidak lagi terdeteksi.

Berdasarkan data dari CDC pada laman https://www.cdc.gov/flu-vaccines-work/php/effectiveness-studies/past-seasons-estimates.html?utm_source=copilot.com, efektivitas vaksin berkisar antara 19%-60%, artinya tidak memberikan proteksi penuh.

Berdasarkan https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12639273/, efektivitas vaksin influenza secara global adalah sekitar 40%.

Berdasarkan subtipe:

  • A(H1N1) pdm09 mencapai 60%
  • A(H3N2): 30%
  • Influenza B: 45-55%.

Berdasarkan umur, vaksin influenza pada anak-anak memberikan efektivitas paling tinggi 50-60%, disusul orang dewasa 30-50%, dan lansia 20-40%. Setelah divaksin, kekebalan baru muncul sekitar 2 minggu kemudian kekebalan mencapai puncak 3-6 bulan pertama sejak vaksinasi kemudian menurun secara bertahap.

Kesimpulan

  1. Mengingat kemungkinan komplikasi yang bisa fatal, maka sebaiknya kelompok rentan divaksin Influenza.
  2. Mengingat efektivitas vaksin yang akan terus menurun maka sebaiknya vaksinasi secara teratur setiap tahun.
  3. Mengingat vaksin tidak memberikan proteksi sepenuhnya maka kelompok rentan disarankan untuk:
  • senantiasa menerapkan berbagai tindakan pencegahan
  • segera ke fasilitas kesehatan bila menderita gejala.

    Penulis: dr. Santi/Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia