Kegiatan dilanjutkan dengan tur Rekosistem Hub untuk melihat berbagai tahapan pengelolaan sampah, mulai dari area penerimaan material, proses pemilahan, teknologi pemadatan material daur ulang, hingga pengemasan dan distribusi material kepada industri pengolah. Di sini peserta melihat langsung bahwa sampah yang mereka kumpulkan di KG Waste Station benar-benar diolah. Dalam kurun waktu 4 bulan, karyawan Kompas Gramedia berhasil mencegah kurang lebih 4 ton sampah ke Bantargebang. Tentu ini merupakan pencapaian kolektif buah hasil kesadaran karyawan Kompas Gramedia yang memulai langkah kecil untuk memilah sampah.
Salah satu pembelajaran utama yang diperoleh peserta adalah pemahaman bahwa sampah yang dipilah dengan baik memiliki nilai ekonomi yang signifikan dan dapat kembali masuk ke rantai ekonomi sirkular sebagai bahan baku baru.
“Kalau sampah tidak dipilah, dia akan terbuang begitu saja, nggak punya nilai dan berakhir di TPA. Tapi kalau sudah dipilah dari sumber, kita akan mudah untuk mengolahnya. Industri pengelolaan sampah di Indonesia ini sudah banyak dan tentu dari segi bisnis menjanjikan, tapi banyak yang belum tau. Padahal kalau dari aksi sederhana memilah, sampah jadi bernilai,” ucap Waste Manager Reko Hub Ciawi Hanif.