Info KG

Kompas Gramedia Resmikan Waste Station untuk Daur Ulang Sampah

MICHELLE YUNITA

PR Analyst - Dipublikasikan

JAKARTA, 11 Februari 2026 — Kompas Gramedia meluncurkan “Waste Station” di Gedung Kompas Gramedia Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Fasilitas ini digunakan untuk menampung setoran sampah plastik yang kemudian didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari. Melalui program ini, perusahaan menunjukkan komitmen untuk mengembangkan praktik keberlanjutan serta melestarikan lingkungan.

Waste Station Kompas Gramedia (KG) berupa kontainer yang disulap menjadi tempat pengumpulan sampah daur ulang. Berlokasi di loading gudang barat perkantoran KG di Palmerah Selatan, stasiun ini menerima sampah anorganik yang disetor dari lingkungan perusahaan. Operasional program ini dijalankan Office of Sustainability KG bekerja sama dengan Rekosistem, perusahaan pengelola sampah terintegrasi melalui aplikasi digital dengan memberikan imbalan (poin/e-wallet) bagi penyetor sampah. Sampah yang disetor selanjutnya akan didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat. 

whatsapp image 2026 02 12 at 10 42 24 am

Peresmian Waste Station itu dihadiri, antara lain, Corporate Communication Director KG Glory Oyong, KG Property Director Rudi Hartono, Corporate Human Resources Director KG Markhani, dan Partner Skystar Capital Geraldine Oetama. Hadir pula Head of Sustainability Office KG Arki Sudito, Deputy of Sustainability Office KG Ilham Khoiri, dan Senior VP of Business Growth & Partnerships Rekosistem Angga Fritz.

Arki Sudito mengungkapkan, peresmian Waste Station KG ini merupakan langkah sederhana, tapi nyata dari Kompas Gramedia untuk menghadirkan solusi atas tantangan pengelolaan sampah sekaligus menumbuhkan budaya ramah lingkungan. Selama ini, sampah di lingkungan perusahaan di Palmerah telah dikelola sesuai aturan dengan baik oleh KG Property. “Dengan adanya Waste Station ini, kita bisa lebih pastikan sampah kita, dapat dikelola dengan tepat. Kita bisa pastikan sebisa mungkin kita tidak membuang sampah ke landfill. Kita kurangi emisi yang dihasilkan secara korporasi,” katanya.

Menurut Angga Fritz, sampah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas konsumsi sehari-hari yang dapat dikelola dengan baik melalui pemilahan. “Kita tahu isu persampahan ini sangat marak di mana-mana. Sampah kalau dipilah menjadi sumber daya, kalau tidak dipilah itu baru sampah. Semoga Waste Station ini menjadi manfaat bagi semua, bukan hanya bagi stakeholders di Kompas Gramedia, tetapi untuk bumi kita juga,” katanya.

Glory Oyong menegaskan bahwa sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, Kompas Gramedia terus menghadirkan berbagai inovasi dan program agar praktik keberlanjutan tidak berhenti pada satu atau dua inisiatif, melainkan membentuk beragam gaya hidup berkelanjutan di lingkungan korporasi. “Biasanya, kalau sudah memilah sampah di rumah, bingung akan dibuang ke mana, akhirnya sampah tercampur lagi. Keberadaan Waste Station ini diharapkan membuat karyawan memiliki gaya hidup baru, yaitu memilah dan menyetorkan sampah,” katanya.

whatsapp image 2026 02 12 at 11 23 54 am

Waste Station dihadirkan sebagai fasilitas pendukung untuk membantu pemilahan dan pengelolaan sampah anorganik di lingkungan kerja. Waste Station Kompas Gramedia ini menerima lima jenis sampah, yaitu plastik keras, plastik lunak, botol plastik, kertas, dan kardus. Setiap setoran sampah yang diserahkan akan mendapatkan poin yang terintegrasi dalam aplikasi, dan dapat ditarik melalui dompet digital tanpa minimum. Selain itu, Kompas Gramedia juga akan memberikan apresiasi kepada unit bisnis dan individu karyawan yang paling aktif serta paling banyak menyetorkan sampah ke Waste Station.

Seluruh karyawan Kompas Gramedia dapat membawa dan menyetorkan sampah, baik yang berasal dari rumah maupun dari lingkungan kantor. Selain itu, unit kerja juga dapat menyetorkan sampah melalui petugas kebersihan/cleaning service masing-masing. Waste Station Kompas Gramedia akan beroperasi setiap hari kerja, Senin hingga Jumat, pukul 09.00–17.00 WIB.

Waste Station di pusat perkantoran Kompas Gramedia di Palmerah, Jakarta, menunjukkan komitmen perusahaan multi-industri ini untuk turut mengembangkan kehidupan berkelanjutan dengan mengelola sampah secara bertanggung jawab. Dengan mengajak bersama seluruh karyawan, program ini diharapkan dapat berkontribusi nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan di Indonesia.

Produksi sampah masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Pada tahun 2025, timbulan sampah nasional mencapai 23.071.954,84 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, lebih dari 65 persen masih dibuang ke lingkungan. Kondisi ini menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.