Info KG

Menilik Tradisi Natal Unik di Berbagai Negara

GODFRIDA WINDA PUTRI NOVIASIH

Dipublikasikan

Christmas is around the corner! 

Sepertinya season of joy yang berada di penghujung tahun ini selalu dirindukan oleh banyak orang. Situasi pandemi bahkan bukan menjadi penghalang untuk memaknai Natal bersama orang terkasih, meskipun hanya di rumah saja. 

Hari Natal di seluruh dunia dirayakan pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Berbagai macam kegiatan digelar mulai dari berkumpul bersama keluarga, mengirim kartu ucapan Natal, tukar kado, menghias pohon Natal, hingga melakukan doa bersama keluarga. Perayaan Natal juga lekat dengan sosok Santa Claus atau Sinterklas, yang dipercaya akan mengunjungi rumah pada malam hari untuk membagikan hadiah kepada anak-anak.

Zaman dahulu, perayaan Natal memang bukan sebuah perayaan yang meriah atau megah. Natal justru harusnya dimaknai sebagai sebuah kesederhanaan karena Tuhan yang datang ke dunia lahir di kandang domba. Jadi, bagaimana sih sejarah perayaan Natal?

whatsapp image 2021 12 27 at 15 34 29

Namun di samping dari kegiatan tersebut, setiap negara memiliki cara untuk menyemarakkan perayaan Natal, ada beberapa tradisi unik serta meriah yang dilakukan di berbagai negara serta beberapa daerah di Indonesia. Apa saja tradisinya? Mari kita simak!

Menyembunyikan Sapu di Norwegia 

Perayaan Natal di negara yang terletak di Benua Eropa ini ditandai dengan menyembunyikan alat kebersihan, khususnya sapu dan pel. Tujuannya adalah untuk melarang bersih-bersih, gitu? Ternyata bukan, Warga KG. Orang-orang Norway melakukan tradisi ini karena percaya pada “takhayul”. Pasalnya, mereka yakin bahwa sapu dapat digunakan sebagai media oleh roh jahat yang ingin kembali ke bumi. Waduh, jadi besok kita ikut sembunyikan sapu atau tidak nih?

Waktunya Menikmati Paha Ayam di Jepang 

Negeri Matahari Terbit memaknai Natal justru berkaitan dengan salah satu jenama kelas dunia, yakni KFC. Pada tahun 1974, KFC membuat kampanye pemasaran “Kurisumasu ni wa kentaki!” yang artinya “Kentucky untuk Natal”. Hingga saat ini, mereka juga masih menyajikan menu khusus pada malam Natal. Bahkan, rekor penjualan tertinggi KFC setiap tahunnya di Jepang masih terjadi pada waktu malam Natal. Ada yang berencana menikmati paha ayam juga di Natal tahun ini? 

Menikmati Sauna di Finlandia 

Malam Natal menjadi waktu bagi warga Finlandia untuk berada di sauna, bahkan melakukan tugas yang berkaitan dengan hal mistis di sana. Orang Finlandia meyakini sauna yang panas merupakan rumah bagi “peri” sauna legendaris. Selepas dari sauna, barulah mereka mengadakan perayaan malam Natal bersama kerabat.

Memelihara Ikan Mas Sebelum Natal

Kegiatan saat Natal yang sering dilakukan masyarakat Polandia ialah menyantap ikan mas yang menjadi makanan khas negara tersebut. Yang membuat unik, ikan mas yang disantap merupakan ikan mas yang terlebih dahulu dipelihara sebelum perayaan Natal tiba. Biasanya sebagian dari masyarakat Polandia memelihara ikan mas tersebut dalam bak mandi. masyarakat Polandia menganggap sisik dari ikan mas sebagai keberuntungan.

Barapen dari Papua

Tak kalah unik dari beberapa negara di dunia, beberapa daerah di Indonesia sendiri juga memiliki tradisi yang menarik, salah satunya Barapen. Barapen merupakan tradisi bakar batu yang dilakukan oleh masyarakat kristiani di wilayah timur Indonesia, sebagai rasa ungkapan rasa syukur, kebersamaan, dan saling berbagi setelah pelaksanaan misa atau ibadah Natal di gereja.

Batu dibakar bertujuan untuk memasak daging babi, ubi, kangkung, pepaya, dan pelengkap lainnya, lalu dimasukkan pada lubang bersamaan dengan batu tersebut. Walaupun proses pemasakan memakan waktu yang lama, namun aktivitas tersebutlah yang menyatukan silaturahmi para warga.

Meriam Bambu di Ambon

Tradisi selanjutnya yang tak kalah unik dari daerah di Indonesia, yakni meriam bambu dari Ambon. Tradisi ini juga dilakukan oleh masyarakat Flores di NTT. Bermula dari tradisi budaya Manggarai yang meledakkan meriam bambu sebagai tanda seseorang telah meninggal dunia, masyarakat Ambon juga menjadikannya sebagai tradisi yang berlangsung pada malam Natal. Biasanya peledakkan meriam bambu dibarengi dengan permainan kembang api.

Itulah beberapa tradisi perayaan Hari Natal di berbagai negara dan daerah di Indonesia. Setiap negara dan daerah mempunyai keunikannya masing-masing untuk merayakan Hari Natal. Kita sebagai umat manusia hanya perlu menjunjung tinggi toleransi dan saling menghargai perbedaan, karena perbedaanlah yang membuat negara kita lebih indah dan berwarna.

 

Penulis: Damarra Kartika Sari/KGIC Corcomm 2021 

Penyunting: Devin Airlangga/Corcomm KG