Vaksinasi Warga PPKG: Belajar Soal Semangat dan Kepedulian di Tengah Masa Pandemi dari Para Senior KG

AGATHA TRISTANTI

Jumat, 12 Maret 2021, warga senior KG yang tergabung dalam komunitas Paguyuban Purnakarya KG (PPKG) melaksanakan kegiatan vaksinasi untuk lansia di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Kampus Kemenkes Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Atas koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, PPKG diberi izin untuk melakukan vaksinasi secara komunitas.

Izin ini tentu tidak didapat secara serta-merta. Berawal dari WA Mas Mamak pada Sabtu pagi, 27 Februari 2021, kepada pengurus PPKG: “Mas, katanya Pak Menkes tawari untuk para senior divaksin. Mungkin bisa untuk teman-teman pensiunan juga. Coba hubungi Mas IJ.” Mendengar berita tersebut, Mas IJ (Irwan Julianto) pun langsung dikontak. Rupanya Mas IJ ikut divaksin bersama sejumlah jurnalis di GBK (26/03/2021) dan ia chat dengan Pak Menkes, Budi Gunadi Sadikin, di medsos.

ckm8ooqbi003g0koaamfvt3ye ppkg vaksinasi 1 full

Dampak chat itu, Mas IJ bisa memperoleh nomor staf Menkes. Dengan adanya peluang itu, Gerakan Vaksinasi PPKG mulai dicanangkan dan digalakkan. Tidak mudah mendapat jawaban ‘ya’ dari staf Menkes. PPKG diminta membuktikan “kesungguhan” dengan mendaftarkan jumlah peserta yang berminat. Lokasinya di mana, siapa yang melayani, dan bagaimana sistemnya belum terpikirkan sama sekali waktu itu. Namun, pengurus PPKG langsung menawarkan rencana vaksinasi kepada warga PPKG melalui grup WhatsApp. Pada hari itu langsung terkumpul nama 105 warga yang berminat. Pada hari kedua, bertambah warga PPKG yang berminat divaksin. Total saat itu 383 orang anggota dan pasangan atau saudara.

Lewat Mas IJ, jumlah ini disampaikan kepada staf Menkes. Namun, jawaban yang dinanti tak kunjung datang. Komunikasi pun terus disampaikan, termasuk meyakinkan bahwa semua anggota PPKG adalah pensunan. Untuk memudahkan koordinasi, Mas IJ memberikan nomor staf Menkes kepada pengurus PPKG. Setelah 10 hari, akhirnya jawaban yang dinanti tiba. Staf Menkes mengapresiasi antusiasme Purnakarya KG dan mengarahkan untuk mengecek kelayakan vaksinasi melalui PeduliLindungi.id. Cukup dengan memasukkan data nama dan NIK (nomor e-KTP), pendaftar langsung diseleksi apakah siap divaksin atau tidak dapat divaksin. Warga PPKG yang sudah mendaftar ke pengurus harus mengulang pendaftaran untuk cek kelayakan vaksinasi.

Karena berhadapan dengan sistem, maka di luar ketentuan pasti ditolak. Yang tinggal di luar DKI pasti ditolak, meskipun ada juga sejumlah anggota yang tinggal di Tangerang Selatan dan Bekasi berhasil “lolos”; yang berusia kurang dari 60 tahun pasti ditolak. Sementara itu, ada pula yang merasa mendaftar sebelumnya dan tidak melakukan cek dan tetap beranggapan bahwa bila sudah mendaftar adalah sah ikut vaksin. Memang sulit untuk menjelaskan sistem ini karena banyak yang tidak mengikuti perkembangan lewat WAG.

Begitu mendapat lampu hijau dari staf Menkes, Mas Deddy Pristiwanto (Lurahnya PPKG) bak Komandan Kopassus langsung menunjuk beberapa warga PPKG untuk bertindak sebagai Pemandu Peserta. “Buat ID khusus biar teman-teman PPKG lihat ada panitia yang bantu,” tulisnya dalam WAG khusus. Mas Mulyono pun langsung menawarkan poster untuk kegiatan tersebut, juga spanduk khusus agar terlihat dan memudahkan yang datang. Setelah direvisi sana-sini akhirnya disepakati hasilnya sebagai poster resmi. Mas Mulyono bahkan menyiapkan spanduk khusus untuk selfie atau foto bareng.

ckm8xtktr008y0ipmliykyafs ppkg vaksinasi 17 full

Yang tidak kalah seru adalah menyiapkan data dan mengelompokkan peserta. Perlu waktu untuk bongkar-pasang dan revisi. Betapa tidak, di dalam daftar ada yang pasangan suami-istri. Ada yang kakak-beradik. Ada yang pasangan anggota dengan om/tantenya. Ada anggota yang sudah vaksin, namun menyertakan familinya, diupayakan suami-istri pada jam yang sama. Butuh cermat dan waktu.

Rabu malam (10/03) pukul 00.00 adalah kesempatan terakhir pendaftaran. Pengurus PPKG mengumpulkan data anggota yang lolos seleksi sistem untuk segera dikirim kepada staf Menkes. Namun, Kamis pagi (11/03) data yang telah dikirim terpaksa ditarik kembali, dibatalkan. Pengurus memohon kepada pihak Kemkes untuk diberi kesempatan merevisi peserta karena pagi itu masuk nama pasangan atau saudara warga PPKG yang hasil ceknya layak vaksinasi. Setelah dirasa cukup, daftar segera dikirim dan jawaban yang diterima adalah: “Mas, tolong sekalian komunitas PPKG dibagi 4 sif.”

Tidak panjang lebar, pengurus langsung menjawab “Siap!” dan segera beraksi lagi. Data pun langsung dibongkar dan secepatnya hasil dikirim kembali.

ckm8y32d900eg0ipmsdx47zgk ppkg vaksinasi 8 full

Setelahnya, muncul masalah baru karena tanggal 12 Maret bertepatan hari Jumat. Ada sejumlah peserta yang wajib menjalankan ibadah memohon agar bisa digeser ke jam 15.00. Lagi-lagi, pengurus mohon kepada pihak Kemkes untuk mambatalkan data yang telah dikirim. Pihak Kemkes memberi catatan untuk segera mengirim data terbaru sebelum pukul 18.00. Daftar peserta “dibongkar” lagi… bersamaan dengan datangnya peserta baru yang menyatakan dirinya layak vaksin.

Tepat waktu, pukul 17.55 daftar dikirim dengan posisi: pukul 12.00–16.00, sebanyak 4 sif dengan masing-masing sif 75 peserta. Beres.

Oleh staf Menkes pengurus segera diminta berkomunikasi dengan PIC Hang Jebat berkaitan dengan pelaksanaan Jumat siang. Kementerian Kesehatan menunjuk tempat untuk vaksin warga PPKG di BBPK, Kampus Kemenkes Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan karena lokasi ini luas dan yang ikut melayani sebagai nakes adalah mahasiswa di situ.

Setelah komunikasi dan menyampaikan jumlah yang telah diajukan ke Kemkes, pihak PIC Hang Jebat berkomentar pendek, “Komposisi ini nggak bisa, Pak. Besok hari Jumat, pukul 12.00 yang melayani hanya separuh dan bergantian.” Byar, ambyar harapan semua….

Tapi kemudian ada kalimat sejuk, “Saya akan hubungi Bapak nanti malam, untuk mencari solusinya.” Lega, ada napas harapan. Sekitar pukul 22.00, pihak PIC Hang Jebat kirim WA, “Pak, jumlah tetap, namun komposisi per sif kita ubah. Bukan 75, 75, 75, 75 namun 40, 100, 100, 60.” Tak ada komentar lain, kecuali, “Siap, Pak!”

Beliau masih menyambung, “Sebaiknya Bapak hadir lebih awal, sekitar pukul 10.00, nanti ketemu saya dulu.” Lagi… “Siap, Pak!!” Harapannya hanya satu... semua berjalan seperti yang diharapkan.

whatsapp image 2021 03 14 at 14 35 24

Sementara itu, pada Rabu (10/03) Tim Relawan Vaksinasi PPKG– yang sudah terpilih–melakukan observasi ke lokasi vaksinasi dipimpin oleh Mas Alex. Hasilnya dilaporkan di “WA khusus”. Tidak ada pertemuan atau rapat-rapatan. Strategi dan koordinasi semua lewat WAG khusus. Kamis (11/03) Mas Mul kembali melaporkan bahwa poster dan ID siap digunakan. Mantap! Kapada para relawan ini, Mas Alex mulai menawarkan posisi, person, dan tugasnya. Semua sepakat dengan hasil diskusi di WAG. Tinggal dieksekusi Mas Alex, sebagai wakil ketua panitia dan Korlap.

Akhirnya, hari yang dinanti tiba. Hitung-hitung sejak mendapat info pertama hingga pelaksanaan vaksinasi perlu waktu 14 hari. Jumat (12/03) Markas PPKG di Palmerah Barat sudah sibuk sejak pukul 06.00. Data peserta dicetak hingga 6 set. Semua sarana dicek ulang, termasuk bawa gunting, bolpoin, dan lain-lain. Sekitar pukul 10.30 Tim Relawan vaksinasi PPKG tiba di Hang Jebat dan segera ambil posisi sesuai kesepakatan dan funsgi masing-masing.

ckm8y7aox000z0ipe5p20soze ppkg vaksinasi 9 full

Sampai hari terakhir terdaftar sejumlah 320 peserta Vaksinasi PPKG, dengan catatan 20 di antaranya sebagai cadangan. Namun pada pelaksanaannya, petugas di sana tidak menghitung karena percaya pada data yang pengurus sodorkan.

Setiap warga PPKG yang datang langsung dibagi kartu antrean dan langsung masuk. Kelancaran ini membuat tidak ada penumpukan massa, baik di luar maupun di dalam gedung. Setelah masuk gedung, peserta wajib menyerahkan e-ktp untuk didata dan kemudian diberi selembar kertas sebagai pengantar tahap selanjutnya. Di situ disediakan 10 meja dengan masing-masing dua petugas yang mendata. Peserta diminta menunggu di kursi yang tak jauh dari pemeriksaan kesehatan.

ckm97u3bl01du0jpml1mn9n61 ppkg vaksinasi 41 full

Pada tahap ini warga PPKG diperiksa tekanan darah dan dicatat data yang berkait dengan riwayat kesehatannya. Dari berbagai pihak menyarankan, katakan sejujurnya. Kalau ada yang disembunyikan, diri sendirilah yang akan rugi. Sudah terjadi beberapa kasus fatal akibat tidak jujur saat diperiksa dokter sebelum divaksin. Pada meja sebelahnya sudah siap dokter yang kan memberikan vaksin. Terlihat petugas kesehatan lain yang memeriksa ketersediaan vaksin-vaksin di cool box. Bila vaksin tersisa 5-10, segera diganti dengan boks yang berisi penuh ampul vaksin. Di sinilah “diinjeksikan” vaksin untuk diternak di tubuh kita.

ckm97wflz01f20jpm33h4zcsh ppkg vaksinasi 42 full

Selesai disuntik, peserta diminta menuju ruang tunggu “menanti reaksi vaksin”, sambil menanti panggilan. Setelah sekitar 30 menit, nama masing-masing akan dipanggil dan diminta ke meja administrasi. Di sinilah peserta menerima selembar pengantar yang wajib ditunjukkan saat vaksin kedua. Kegiatan berakhir, namun sebelum meninggalkan ruangan, peserta diwajibkan ke meja “check out”. Di sini semua kelengkapan diperiksa dan disampaikan agar tidak lupa untuk melakukan vaksin kedua. Tanggalnya ada di lembaran itu. Petugas juga menandai lembar-lembar data peserta sambil menasihati, “Tetap laksanakan prokes ya, Pak, masa inkubasi juga penting dan rawan.” Proses vaksinasi pun selesai.

Dalam perjalanan ke pintu keluar, ada lokasi yang disiapkan untuk “berfoto ria”. Di sinilah para peserta memanfaatkan momen langka dan bergantian mengambil gambar dengan ponselnya. Ada kegembiraan terpancar dan ini bisa meningkatkan imunitas. Ada juga yang cemas takut gagal divaksin karena tekanan darahnya tinggi. 

ckm957eo400cr0jpme0jt48ax ppkg vaksinasi 26 full

Kegiatan terus berlangsung dan warga PPKG terus mengalir datang. Akhirnya sekitar pukul 14.00 pihak PIC Hang jebat menanyakan, “Masih berapa lagi yang belum hadir? Karena hari ini gerbang ditutup pukul 15.00.” Waduh, bagaimana ini dengan teman-teman yang dijadwal pukul 15.00 -16.00, mereka kan tidak tahu kalau ada perubahan jam vaksinasi. Setelah kami bicara realitanya, beliau mengatakan, “Yah, pintu tidak ditutup rapat, artinya jam itu kita sudah tidak menerima antrean lagi.”

Lega…. Bagaimana bila teman-teman kami hadir di atas pukul 15.30? “Bapak bisa sampaikan, silakan datang kembali Sabtu, pukul 08.00–12.00. Sebaiknya sebutkan bila dari rombongan KG yang kemarin, biar petugas mengenali komunitasnya.”

Terima kasih kepada pengurus PPKG dan Tim Relawan Vaksinasi PPKG yang sudah mengoordinir dan mengupayakan agar warga PPKG bisa menerima vaksinasi. Terima kasih untuk semangat pantang menyerah di usia yang tak lagi muda dan kepedulian kepada rekan-rekan sesama purnakarya KG di tengah kondisi pandemi.

(disarikan dari berbagai tulisan tentang Vaksinasi Lansia PPKG oleh Eddie Dipo/P21003011 di portal Purnakaryakg.id)

ckm95o2iv00lm0jpmpstz9h01 ppkg vaksinasi 33 full

Content Writer

AGATHA TRISTANTI

Corporate Branding Analyst

KOMPAS GRAMEDIA - CORPORATE COMMUNICATION