Info Unit

Info Unit News

FLASH NEWS

Bentara Budaya Gelar Pameran “Wajah Anak dalam Lintasan Waktu”

JAKARTA, 11 JUNI 2026 - Anak-anak adalah pewaris bangsa Indonesia. Itu sebabnya segenap pihak harus mencurahkan perhatian demi tumbuh kembang mereka agar tercipta generasi yang cerdas, penuh empati, dan siap menghadapi tantangan ke depan. Perluasan wawasan dan kebebasan imajinasi melalui ekspresi seni menjadi landasan penting dalam pendidikan anak-anak di negeri ini. 

Sebagai bagian dari upaya memberi ruang bagi kreativitas serta membagikan semangat kebebasan berimajinasi anak-anak Indonesia, Bentara Budaya Art Gallery menghadirkan pameran “Wajah Anak dalam Lintasan Waktu” pada 12 – 17 Juni 2026. Lewat pameran ini, dapat disaksikan betapa lincah dan merdekanya anak-anak dalam mengungkapkan ide gagasannya melalui karya rupa. Tidak kurang dari 17 seniman cilik berusia antara 6 – 16 tahun yang berpartisipasi dan masing-masing menunjukan dunia mereka yang penuh warna. 

Para seniman cilik ini berasal dari berbagai wilayah, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Tangerang Selatan. Mereka antara lain Agatha Lynnelle Tandean, Alissa Herliyanti, Annisa Faiha Mudhiyah, Astrid Olivia Fitriyani Tama, Chelsea Mufida Salsabila Rangan, Fabain Sharen, Gwenny Keinaa Paembonan, Jennifer Sharon, Kirani Halimah Nursyifa, Kilau Birubulan, Lembayung Jingga Ramadhan, Lovely Jemmy Charter, Nabila Sanchia Rahman, Putri Ramadhaniar Sanjaya, Rafael Demetrio Banyubiru, Sansa Ashviya Al Rasyid, dan Shelina Mahika Surya.

whatsapp image 2026 06 12 at 09 26 12

Dok. Multimedia Corporate Communication KG

Tidak hanya itu, sejumlah 33 karya seni lukis dari seniman dewasa yang turut mengimajinasikan keseharian anak-anak pun diketengahkan dalam pameran ini. Mereka adalah seniman berbagai angkatan dan sebagian merupakan maestro seni rupa modern Indonesia. Di antaranya Agus Handoko, Agus Salim, Argo Nunggal, Budiyana, Dede Eri Supria, Didik Suardi, Faisal, Guntur Songgolangit Suryo W, Gusti Sholihin, Hadi Soesanto, Hendra Gunawan, Herri Soedjarwanto, Indros, Ipe Ma’aruf, Ivan Yulianto, Juni Wulandari, Ketut Nama, Koentjaraningrat, M Daryono, Nabila Nisa Hafidzh (Nisa), Rangga Jalu Pamungkas, S. Sudjojono, Sigit Raharjo, Soenarto Pr, Sri K Hidayat, Subroto Sm, Sudarso, Sugiono, Tijo Ism, Trubus Soedarsono, Wardojo, Yuli Kodo, Yuswantoro Adi. Karya mereka merupakan koleksi yang dikelola Bentara Budaya.

Kurator pameran ini, Frans Sartono, mengapresiasi karya-karya seniman cilik yang berpameran. “Tiap karya menunjukan kedekatan dengan apa yang mereka tahu dan apa yang mereka lihat. Mereka bercerita tentang apa saja, tentang dunia di sekitarnya, termasuk khayalan dan impian-impian mereka,” tuturnya.

Di sisi lain, Efix Mulyadi yang juga mengkuratori pameran ini menambahkan makna kehadiran 33 lukisan seniman dewasa dalam pameran. Menurutnya, anak-anak telah menjadi inspirasi para perupa dari masa ke masa. “Kita tahu anak-anak selalu turut dalam pusaran gelombang yang dimainkan tangan-tangan sejarah dan tak jarang mereka pun terombang-ambing di situasi sekitarnya. Namun, mereka tidak pernah kehilangan daya hidup, selalu ada energi gembira. Dan itu yang dipotret dengan penuh empati oleh para perupa Indonesia dari waktu ke waktu,” ujarnya. 

Pameran ini dibuka pada Kamis (11/6/2026) oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A. Dalam sambutannya disebutkan, “Kami sangat mengapresiasi konsistensi dari Bentara Budaya yang memasuki tahun ke-3 melakukan pameran lukisan anak dan sekarang pameran lukisan tentang anak. Memadukan orang tua tentang anak dan lukisan anak mengenai dunianya. Itu mencerminkan konsistensi Bentara Budaya untuk memberikan ruang-ruang kebudayaan kepada anak-anak kita. Tidak hanya tumbuh secara kognitif atau intelektual tapi juga tumbuh secara imajinasi, tumbuh secara proses kreasi, dan itulah sesungguhnya salah satu proses yang kami harapkan terjadi di lingkungan pendidikan secara holistik.”

General Manager Bentara Budaya dan Corporate Communication Kompas Gramedia, Ilham Khoiri, mengungkapkan pentingnya peran semua pihak dalam mendukung kreativitas anak-anak sebagai upaya turut mencerdaskan generasi masa depan Indonesia. Segala bentuk ekspresi mereka sangat layak untuk diapresiasi. “Lewat bahasa gambar, anak-anak berusaha mengungkapkan diri. Lukisan mereka adalah cerita visual tentang apa yang mereka alami, lihat, dan ingin diceritakan kepada orang lain. Sebagai cerita, kerap kali imajinasi anak lebih liar, bebas, tanpa terbelenggu batas-batas rasional,” ujarnya. 

Pameran ini digelar 12 – 17 Juni 2026 di Bentara Budaya Art Gallery, Menara Kompas Lt. 8, Jl. Palmerah Selatan No. 21, Jakarta. Selain pameran, dijadwalkan pula workshop Melukis Anak #1 pada 25 Juni 2026 pukul 14.00 WIB. Seluruh kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum. Informasi lebih lanjut mengenai program, silakan hubungi Instagram @bentarabudaya_.