Info Unit

Info Unit News

FLASH NEWS

Kunang-kunang Kebun Raya Bali, Sinyal Ekosistem yang Masih Terjaga

Kebun Raya Bali menjadi lokasi penting kegiatan eksplorasi kunang-kunang sebagai bagian dari upaya konservasi keanekaragaman hayati, khususnya serangga nokturnal dan krepuskular. Kondisi lingkungan yang masih alami, tutupan vegetasi yang beragam, serta tingkat pencahayaan malam yang relatif rendah menjadikan kawasan ini habitat potensial bagi berbagai jenis kunang-kunang.

Eksplorasi dilakukan pada area-area dengan kelembaban tinggi, keberadaan serasah, serta vegetasi alami yang mendukung siklus hidup kunang-kunang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kunang-kunang, mendokumentasikan sebaran, serta menjadi dasar upaya proteksi habitat di kawasan Kebun Raya Bali.

Kurator Museum Serangga Jagat Satwa Nusantara - TMII, Lilik Kundar Setiadi, menjelaskan bahwa keberadaan kunang-kunang sangat erat kaitannya dengan kualitas lingkungan. “Kunang-kunang merupakan bioindikator ekosistem yang sehat. Jika kunang-kunang masih dapat ditemukan, artinya lingkungan tersebut relatif bersih, minim pencemaran, dan mendukung kehidupan serangga,” ujarnya.

Kunang-kunang juga memiliki sejumlah fakta menarik. Cahaya yang dihasilkan berasal dari proses bioluminesensi, yaitu reaksi kimia alami di dalam tubuh serangga yang hampir tidak menghasilkan panas. Cahaya ini berfungsi sebagai alat komunikasi, terutama dalam proses reproduksi, sekaligus menjadi daya tarik visual yang bernilai edukatif bagi masyarakat.

whatsapp image 2026 01 02 at 11 22 12

Dok. Kebun Raya Bali

Dari hasil eksplorasi, ditemukan dua kelompok kunang-kunang, yaitu Lamprigera Spp. dan Abscondita Spp. Menurut perwakilan Nusantara Wilderness, Garda Bagus Damastra, kedua jenis ini memiliki karakteristik habitat yang khas. “Lamprigera Spp. umumnya berukuran lebih besar dengan cahaya yang relatif terang, sedangkan Abscondita Spp. sering dijumpai terbang rendah di area lembab dan vegetasi alami. Kehadiran keduanya menunjukkan habitat di Kebun Raya Bali masih terjaga,” jelasnya.

Sementara itu, East Deputy of Horticulture Kebun Raya, Hadhiyyah N. Cahyono, menegaskan “Kebun Raya Bali tidak hanya berperan sebagai pusat konservasi flora, tetapi juga sebagai ruang hidup bagi fauna pendukung ekosistem. Eksplorasi dan proteksi kunang-kunang ini menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus sarana edukasi konservasi bagi masyarakat. Kegiatan ini memperkuat komitmen kami dalam menjaga keanekaragaman hayati. Kehadiran kunang-kunang di Kebun Raya Bali merupakan bukti bahwa ekosistem masih sehat dan upaya konservasi yang kami lakukan berjalan efektif,” ujar Direktur Pengelola Kebun Raya Marga Anggrianto pada Kamis (18/12/2025).

Melalui kegiatan ini, Kebun Raya Bali berharap kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya pengendalian pencemaran cahaya dan perlindungan habitat alami, dapat terus meningkat demi keberlanjutan kunang-kunang di alam.