Info Unit

Info Unit News

FLASH NEWS

“Menyongsong Matahari 2026” karya Nasirun dan “Sekar Rinonce’” Pameran Seni Rupa Buku di Bentara Budaya Yogyakarta

Jakarta, 20 Januari 2026 — Bentara Budaya Yogyakarta kembali menghadirkan dua pameran yang merefleksikan perjalanan seni dan kebudayaan Indonesia, sekaligus mengajak publik menengok masa lalu sembari melangkah ke masa depan. Pameran Lukisan Nasirun “Menyongsong Matahari 2026” dan Pameran Seni Rupa Buku Bentara Budaya Yogyakarta “Sekar Rinonce’” yang dibuka pada Senin, 19 Januari 2026 pukul 19.00 WIB di Bentara Budaya Yogyakarta, Jalan Suroto No. 2, Kotabaru.

Bentara Budaya hadir di dunia seni tanah air sejak 26 September 1982. Yogyakarta menjadi titik awal perjalanan Bentara Budaya dalam menghadirkan berbagai bidang seni, mulai dari seni rupa, musik pertunjukan, wayang, lawasan, hingga beragam bentuk ekspresi seni lainnya. Selama lebih dari empat dekade, Bentara Budaya Yogyakarta konsisten menjadi ruang perjumpaan, dialog, dan pencatatan dinamika seni budaya Indonesia.

whatsapp image 2026 01 20 at 3 50 41 pm

Pameran “Sekar Rinonce’” merupakan kelanjutan dari pameran “Selayang Pandang” yang digelar pada peringatan 25 tahun Bentara Budaya tahun 2007. Dalam pameran ini, Bentara Budaya Yogyakarta menampilkan tidak kurang dari 50 buku dan katalog yang merekam berbagai pameran dan peristiwa seni selama sekitar 19 tahun terakhir. Buku-buku tersebut mencakup beragam bidang seni, antara lain seni lukis, patung, tari, potret, kerajinan, lawasan, dan disiplin seni lainnya.

Selain buku dan katalog, Sekar Rinonce’ juga menampilkan poster, karya seni, serta dokumentasi foto pembukaan pameran yang termuat dalam buku-buku tersebut. Tidak semua pameran Bentara Budaya Yogyakarta sempat dibukukan karena keterbatasan waktu dan biaya. Sebagian diantaranya didokumentasikan dalam bentuk katalog poster bolak-balik, seperti pada pameran Goyang Dombreng, Dacin, Bengawan Sore, dan lainnya. Pameran ini menjadi gambaran kekayaan peristiwa seni yang pernah hadir di Bentara Budaya Yogyakarta, layaknya rangkaian bunga yang indah dan menawan, yang memikat para penikmatnya.

whatsapp image 2026 01 20 at 3 55 46 pm

Di sisi lain, pameran “Menyongsong Matahari 2026” menampilkan karya-karya terbaru Nasirun yang merefleksikan kontemplasi atas kehidupan. Melalui tiga nilai utama—waras, wiris, wareg—Nasirun mengajak kita menjaga kesehatan lahir batin, senantiasa mengingat Tuhan, dan mencapai kecukupan hidup agar pikiran tetap jernih. Ketiganya menjadi fondasi penting dalam menapak kehidupan, khususnya di awal tahun yang baru.

Salah satu karya penting dalam pameran ini adalah “Selamat Pagi 2026”, yang terinspirasi dari peristiwa budaya yang wingit dalam konser Urup dan lagu Urip. Karya ini menggambarkan upaya menjaga kenormalan hidup sembari menyongsong matahari terbit. Suasana hening pagi, kidung macapat, lentera-lentera yang mengantar langkah ke hadapan kanvas, hingga suara anak-anak menyanyikan lagu Rehat, menjadi rangkaian pengalaman batin yang mengajak penonton untuk merenung. Matahari terbit menjadi simbol harapan pagi itu, 2026.

Melalui pameran ini, Bentara Budaya Yogyakarta mengajak publik untuk melihat kembali rekam jejak seni budaya Indonesia sebagai dokumentasi penting bagi generasi kini dan mendatang, sekaligus membuka ruang refleksi untuk menyongsong masa depan dengan kesadaran dan harapan baru.