Info Unit

Info Unit News

FLASH NEWS

Pameran In Memoriam Zaenal Arifin & Lucia Hartini "Kisah dari Lemahdadi" di Bentara Budaya Yogyakarta

Yogyakarta — Bentara Budaya Yogyakarta menghadirkan Pameran In Memoriam Zaenal Arifin & Lucia Hartini "KISAH DARI LEMAHDADI" yang berlangsung pada 6–14 Maret 2026. Pameran ini mengangkat kembali kisah perjalanan dan proses berkarya dari Zaenal Arifin dan Lucia Hartini, dua pelukis ternama Indonesia.

Lucia Hartini telah berpulang mendahului kita pada 27 Agustus 2025, dan menyusul kemudian Zaenal Arifin pada 20 Januari 2026. Pada sebuah kesempatan pada Februari 1983, Bentara Budaya Yogyakarta yang saat itu masih berlokasi di Jalan Sudirman, menyelenggarakan pameran lukisan karya Lucia Hartini dan Zaenal Arifin. Harian Kompas mencatat peristiwa ini dalam satu kolom bertanggal 12 Februari 1983 dengan judul yang sederhana saja, “Suami Istri Pelukis di Bentara Budaya.”

Itulah pameran yang kelak mengantarkan keduanya menuju jalan kesenimanan yang unik. Di tahun-tahun berikutnya, baik Lucia Hartini maupun Zaenal Arifin, kian tak tergoyahkan sebagai pelukis surealis terpandang di Indonesia. Masing-masing juga beberapa kali mempercayai Bentara Budaya, baik di Yogyakarta maupun Jakarta, sebagai ruang untuk menampilkan karya-karyanya. 

Oei Hong Djien, pendiri OHD Museum di Magelang, menyampaikan dalam sambutan pembukaan pamerannya bahwa Lucia dan Arifin sama-sama memiliki kesan yang kuat baginya, ia telah turut serta menemani keduanya dalam suka dan duka. Ia memiliki lukisan masterpiece Lucia Hartini di museumnya, dan lukisan Zaenal Arifin yang berbentuk tembok-tembok mengartikan ingin bertujuan untuk mendobrak tembok penghalang bagi Arifin.

Pameran Kisah dari Lemahdadi ini menghadirkan karya-karya yang ditampilkan antara lain karya-karya lukisan Zaenal Arifin dan Lucia Hartini dari tahun 1997, berikut arsip dokumen, kliping artikel pameran, hingga beberapa memorabilia keduanya. 

Kurator pameran ini, Irwanto Lentho, menyebutkan pameran ini menghadirkan kembali sosok penting dalam sejarah seni rupa Indonesia, baik Zaenal Arifin maupun Lucia Hartini. Ia menyebutkan bahwa Seniman Dyan Anggraini juga turut menyampaikan kenangan tentang sosok Zaenal Arifin yang adalah teman seangkatannya di ASRI Yogyakarta tahun 1976. “Saya ingat pada saat sekitar tahun mungkin 1979 atau 1980, Zaenal Arifin dengan beberapa teman-temannya bikin kelompok Raksasa. Kawan-kawan yang pameran pada saat itu adalah beberapa kawan yang semuanya berambut panjang, gondrong semua, dan karya-karya yang dipamerkan adalah karya-karya berukuran besar. Jadi sangat khas dan mungkin ini memang menjadi salah satu pertimbangan kenapa kelompok ini bernama Raksasa,” ujarnya.

Lemahdadi adalah sebuah dusun di Kabupaten Bantul yang menjadi tempat tinggal Zaenal Arifin sebelum meninggal. Kata lemahdadi juga mengingatkan kita bahwa pada akhirnya semua makhluk akan kembali menyatu dengan tanah. Namun, kita percaya pencarian yang penuh ketulusan dalam jalan kesenian, akan membawa nama mereka harum mewangi dan terus abadi. 

Pameran Kisah dari Lemahdadi terbuka untuk umum dan gratis tanpa tiket masuk. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Aryani Wahyu/ info@bentarabudaya.com / 081329710004.