Direktur Operasional Jagat Satwa Nusantara, M. Fardhan Khan menyampaikan konsep Run for Animals pada konferensi pers yang dilaksanakan di Taman Burung Jagat Satwa Nusantara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), “Melalui Run For Animals, kami ingin setiap langkah peserta memiliki makna, bahwa melalui aktivitas sederhana seperti berlari, masyarakat juga bisa berkontribusi nyata bagi pelestarian satwa endemik Indonesia,” jelasnya.
Berbeda dengan ajang lari pada umumnya, Run For Animals 2026 juga menghadirkan elemen kreatif yang memperkaya pengalaman peserta, salah satunya melalui konsep kostum tematik satwa. Sebanyak 11 desain jersey unik akan ditampilkan dengan mengangkat inspirasi dari beragam satwa, baik endemik Indonesia maupun satwa ikonik dunia.
Mulai dari Elang Jawa sebagai simbol satwa endemik Indonesia, hingga motif satwa lain seperti harimau, buaya, kasuari, dan monyet ekor panjang, setiap desain jersey membawa karakter visual yang kuat dan mudah dikenali. Tak hanya itu, kehadiran motif satwa global seperti panda, singa, kumbang koksi (Ladybug), zebra, chameleon hingga cheetah turut memperkaya pilihan sekaligus menunjukkan bahwa satwa Indonesia memiliki daya tarik yang tidak kalah eksotis.
Selain itu, peserta juga dapat memilih item tambahan berupa jaket serta aksesoris, seperti kaos kaki, sarung tangan, hingga ekor dan headpiece hewan. Melalui acara ini, para peserta tidak hanya mendapatkan edukasi tapi juga bisa berkontribusi langsung dalam pelestarian hewan-hewan endemik Indonesia.
Sebagian hasil penjualan tiket akan didonasikan untuk mendukung program konservasi di Pusat Penyelamatan Elang Jawa, termasuk perlindungan habitat, rehabilitasi, serta edukasi masyarakat. Adapun, harga registrasi dimulai dari Rp200.000 untuk Early Bird yang akan dibuka pada Rabu, 15 April 2026 melalui situs resmi run.jagatsatwanusantara.id.