Dalam sambutannya, Komaruddin Hidayat mengungkapkan, “Pameran ini mengetengahkan tentang pencarian lebih dalam, inner journey. Sesuatu yang bisa ditunjuk, tetapi sulit diterangkan. Sesuatu yg bersifat ruh, hakikat spirit itulah diri kita yang sejatinya.”
“Melalui lukisan sebagai cosmos yang indah, manusia dituntut berpikir dan berimajinasi. Karya lukisan ini membawa kita pada journey, tergantung intuisi, imajinasi masing-masing. Lewat karya-karya manusia menjadi master dan majikan bagi dirinya sendiri, bukan diperbudak pada sekadar ikutan duniawi,” tutup Komaruddin.
Pada hakekatnya pameran ini menelusuri bagaimana masyarakat urban mencari kembali ruang teduh di tengah tekanan hidup perkotaan. Lukisan kaca menghadirkan jejak kearifan lama seperti folklor, mitologi, epos, dan pencapaian rohani masa silam, sementara karya seniman masa kini menyoroti pergulatan batin masyarakat urban yang terjepit tekanan sosial dan mental. Karya para seniman dalam pameran ini mengekspresikan keindahan, ketenangan, dan keasyikan visual yang terinspirasi dari sumber-sumber spiritual.