Proses Pembuatan: Menjaga Tekstur dan Rasa
Setelah memahami bahan baku, para peserta langsung dipandu masuk ke tahap inti: cara membuat bubur manis. Proses memasak ini membutuhkan ketelatenan tersendiri. Ibu Dewi membagikan teknik memasak yang presisi agar setiap komponen dari bubur sumsum hijau yang lembut, bubur ketan hitam yang legit, hingga bubur mutiara merah yang kenyal—bisa matang sempurna tanpa gosong di bagian bawah wadah.
Sesi ini dipenuhi diskusi interaktif dan tawa hangat saat para peserta bergantian mengaduk adonan bubur untuk mendapatkan kekentalan tekstur yang pas.
Seni Menata Bubur Manis yang Menjual
Bukan hanya soal rasa, daya tarik kuliner tradisional juga terletak pada aspek visualnya. Di bagian akhir proses kreasi, peserta diajarkan teknik menata bubur manis (plating/styling) agar terlihat mewah dan menggugah selera.
Para peserta mempraktikkan cara menyusun aneka ragam bubur warna-warni di dalam wadah tradisional bermotif jadul yang beralaskan anyaman bambu dan hiasan lipatan daun pisang segar berbentuk takir. Penambahan hiasan daun pandan kecil di atas masing-masing jenis bubur serta penataan botol saus santan gurih dan kinca gula merah yang rapi di bagian tengah sukses menyulap hidangan sederhana ini menjadi sajian kelas katering premium.
Wadah Kreativitas dan Peluang Baru
Selain menjadi ajang penyegaran (refreshing) di tengah rutinitas kerja, keterampilan baru ini juga membuka peluang bagi para karyawan wanita Gramedia yang ingin memulai bisnis kuliner sampingan dari rumah (bakulan).
Melalui kegiatan bertajuk #TumbuhBermakna ini, Gramedia kembali membuktikan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan potensi, kreativitas, dan kesejahteraan para karyawannya dalam lingkungan kerja yang suportif dan menyenangkan.