Sebagai mitra kolaborator, Founder Jewels of Eden Cipry Tjan juga menyampaikan bahwa karya-karya Andre menghadirkan “kedamaian yang tidak bisa dibeli”, sebuah kualitas yang jarang ditemukan dalam dunia visual yang serba cepat.
Founder Meiro Gallery Kenny Yustana menambahkan, “AC Andre Tanama yang dikenal dengan Gwen Silent-nya memang sudah tidak asing lagi bagi para penikmat seni. Sebelumnya, Mas Andre sudah berpameran dengan galeri dari ayah saya, dan dengan lahirnya Meiro Gallery, saya melanjutkan hubungan yang baik dengan Andre melalui pameran-pameran di Meiro Gallery. Sungguh kehormatan bagi kami dapat ikut berkolaborasi dengan Bentara Budaya dan Jewels of Eden. Sukses selalu.”
Melalui pameran STILL: Silent/World, Andre Tanama menegaskan bahwa keheningan bukan pelarian dari dunia, melainkan cara untuk memahaminya dengan lebih jernih. Pameran ini menjadi ruang perjumpaan antara karya dan pengunjung, antara pengalaman dan kesadaran. Dalam diam, makna bertumbuh. Dalam diam, seni menemukan suaranya.
Informasi Pameran
Pameran tunggal STILL: Silent/World terbuka untuk umum hingga 12 Maret 2026 di Bentara Budaya Art Gallery, Lt. 8 Menara Kompas, Jakarta setiap pukul 10.00 – 17.00 WIB (hari libur nasional tutup). Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Bentara Budaya Jakarta di nomor 0811-9931-342.
***
Tentang Andre Tanama
AC Andre Tanama lahir di Yogyakarta pada tahun 1982, dikenal sebagai pegrafis, pelukis, sekaligus pengajar di Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta). Ia telah berpameran baik di tingkat nasional maupun internasional, antara lain di Malaysia, Singapura, Vietnam, Australia, Tiongkok, Jepang, Italia, Swiss, Amerika Serikat, Belanda, dan Portugal.
Karya cukil kayunya yang digunakan sebagai poster film SITI memperoleh Penghargaan Dewantara dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2015). Penghargaan lain di bidang seni grafis yang pernah diraihnya antara lain Juara Pertama Triennial Seni Grafis Indonesia II dari Bentara Budaya Jakarta (2003), Academic Art Award I (2007), serta tiga kali meraih Penghargaan Karya Seni Grafis Terbaik dalam Dies Natalis ISI Yogyakarta (2002, 2003, 2005). Karya cukil kayunya juga digunakan sebagai ilustrasi buku Penembak Misterius: Kumpulan Cerpen karya Seno Gumira Ajidarma (cetakan ulang terbaru, 2020. Pada tahun 2024, lukisannya terpilih sebagai finalis UOB Painting of the Year. Pada tahun 2020, karya cukil kayunya terpilih dalam 3rd ASEAN Graphic Arts Competition and Exhibition di Vietnam.