Info Unit

Info Unit News

FLASH NEWS

Taman Begonia, Konservasi dan Daya Tarik Eduwisata Baru di Kebun Raya Bogor

BOGOR, 25 Maret 2025 – Kebun Raya Bogor menghadirkan konservasi dan daya tarik eduwisata baru yang diberi nama Taman Begonia. Taman edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bagi pecinta tumbuhan dan wisatawan yang ingin menikmati keindahan flora nusantara.

PT Mitra Natura Raya (MNR) sebagai mitra Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengelola Kebun Raya Bogor dalam kemitraan pelayanan publik sejak 1 Januari 2020. Kemitraan ini merupakan sinergi strategis dimana BRIN dapat menjalankan fungsi utamanya dalam kegiatan penelitian dan konservasi tumbuhan sedangkan PT MNR atau KebunRaya.id bertugas menyelenggarakan berbagai fungsi pelayanan publik yang sesuai dengan fungsi dan pilar kebun raya, yaitu membawa pesan edukasi dan konservasi lingkungan ke masyarakat luas dengan bahasa yang sesuai dengan perkembangan zaman.

whatsapp image 2025 03 25 at 15 24 51

Dok. PT Mitra Natura Raya

Komisaris Utama PT Mitra Natura Raya, Ery Erlangga mengatakan Taman Begonia ini membantu ranah konservasi dan penelitian Kebun Raya karena menjaga 31 spesies asli Indonesia hasil eksplorasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ekosistem dan iklim mikronya dibuat menyerupai habitat aslinya dan seideal mungkin sehingga membantu proses penelitian Begonia hasil eksplorasi BRIN secara ex-situ.

Manager Hortikultura PT Mitra Natura Raya, Yudhistira menjelaskan Taman Begonia adalah sebuah taman tematik yang mengusung konsep keanekaragaman Begonia dan ditata berdasarkan bioregion. Setelah proses pembangunan yang dimulai sejak September 2024 dan rampung pada Januari 2025 ini diresmikan pada Jumat, 21 Maret 2025.

“Taman Begonia ini merupakan hasil kolaborasi antara BRIN dengan PT MNR yang bertujuan untuk konservasi, edukasi, serta pengembangan wisata berbasis lingkungan,” ujar Yudhistira.

Berlokasi di lahan seluas 170 meter persegi, Taman Begonia dirancang untuk menampilkan kekayaan dan keindahan spesies Begonia yang berasal dari berbagai bioregion di Indonesia. Taman Begonia ini memiliki koleksi sebanyak 31 jenis spesies asli Indonesia, 27 jenis hibrida dengan 11 hibrida diantaranya merupakan hasil karya pemuliaan BRIN. Jumlah total tumbuhan di dalamnya ada 330 tumbuhan.

Taman ini tidak hanya menjadi ruang konservasi bagi flora endemik tetapi juga sebagai pusat edukasi bagi masyarakat, akademisi, peneliti, dan pecinta tumbuhan.

“Taman Begonia merupakan wujud nyata dari upaya kami dalam melestarikan biodiversitas Indonesia, sekaligus menghadirkan ruang edukatif yang menarik bagi masyarakat. Kami berharap taman ini dapat menjadi tempat inspiratif bagi semua kalangan yang ingin lebih mengenal dan mencintai flora nusantara,” ujarnya.

whatsapp image 2025 03 25 at 15 24 51 1

Dok. PT Mitra Natura Raya

Sebagai bagian dari konsep eduwisata, Taman Begonia akan menawarkan berbagai program interaktif lainnya seperti tur edukasi dan program kelas edukasi Begonia. Dengan pendekatan ini, pengunjung dapat belajar langsung mengenai morfologi Begonia, teknik perawatan, serta potensi pengembangan Begonia sebagai tanaman hias unggulan Indonesia.

Dengan diresmikannya Taman Begonia, diharapkan akan semakin banyak upaya kolaboratif yang mendukung pelestarian kekayaan hayati Indonesia sekaligus membuka peluang pengembangan sektor wisata berbasis konservasi.

Dalam konteks hasil eksplorasi BRIN, pulau di Indonesia yang sudah banyak ditemukan Begonia jenis baru dan akan terus bertambah adalah pulau Sulawesi dan Sumatra. Begonia spesies asli Indonesia diantaranya ada Begonia hijauvenia dan Begonia panjangfolia yang merupakan Begonia endemik Sumatra yang ditemukan oleh eksplorasi BRIN di Sumatra dan dipublikasikan secara ilmiah tahun 2022.

whatsapp image 2025 03 25 at 15 24 51 2

Dok. PT Mitra Natura Raya

“Begonia hibrida yang ada diantaranya adalah Begonia Tuti Siregar dan Begonia Eka Karya yang merupakan hasil pemuliaan BRIN dan lahir di Kebun Raya Eka Karya Bali, beserta Begonia Red Pixie yang merupakan hasil mutase radiasi oleh peneliti BRIN,” ujar Yudhistira.

Sebagai Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Hartutiningsih-M. Siregar mengatakan Begonia (Begoniaceae) termasuk tumbuhan yang mudah dikenali. Mempunyai ciri-ciri spesifik yaitu berupa terna tegak, semak atau menjalar, dengan batang yang berair dan helaian daun yang tidak simetris (begoniifolia).

Menurut peneliti yang telah menggeluti tanaman hias Begonia sejak tahun 2001, untuk mendapatkan varietas Begonia baru dengan sosok menarik dengan penampilan fisik yang diharapkan lebih baik dari induknya, unik, menarik atau mempunyai daya tahan yang kuat dapat dilakukan penyerbukan silang atau penyilangan (cross pollination). Pada umumnya Begonia melakukan penyerbukan sendiri (selfpollnation), sedangkan penyerbukan silang secara buatan dilakukan dalam kegiatan pemuliaan untuk menghasilkan F1, yang selanjutnya merupakan langkah untuk melahirkan varietas baru yang lebih bervariasi. Begonia ”Tuti Siregar” nomor 00275/PPVT/S/2014.

"Pengembangan varietas baru tersebut mempunyai prospek dan nilai jual tinggi sebagai tumbuhan hias komersial, daunnya yang tidak simetris dengan berbagai bentuk dan warna yang menarik banyak diminati," jelasnya.

Begonia ‘Tuti Siregar’ merupakan hasil persilangan antara Begonia listada (tetua betina) dan Begonia acetosa (tetua jantan) yang berhasil dimuliakan oleh Ibu Hartutiningsih Siregar yaitu istri dari Kepala Kebun Raya Bali pada saat itu.

Ciri khas dari Begonia ini adalah memiliki daun yang indah. Karakter daunnya unik, berbentuk bundar telur (ovate) dengan permukaan melengkung ke atas. Warna dasar permukaan berwarna hijau, berbulu halus seperti beludru, warna pertulangan daun pada permukaan atas kuning menyala. Warna daun permukaan bawah merah marun berbulu halus. (SPV Corporate Communication PT. Mitra Natura Raya Desy Susilawati)