Insight Kognisi

>

Technical

Technical

Hidup Berkelanjutan Karyawan KG Dimulai dari Sekarang

MICHELLE YUNITA

Dipublikasikan

Hidup di tengah kota sering kali membuat konsep sustainable living terdengar kurang ideal bahkan terasa jauh. Kita tahu pentingnya menjaga lingkungan, mengurangi sampah, dan hidup lebih sehat, tetapi di antara jadwal kerja yang padat, ruang tinggal yang terbatas, dan ritme hidup yang cepat, pertanyaan yang sering muncul adalah “harus mulai dari mana?”

Banyak dari kita sebenarnya sudah pernah mencoba. Saat pandemi, misalnya, tren berkebun sempat tumbuh. Ada yang menanam sayur di pot, ada yang mulai memilah sampah, membuat kompos dari sampah organik, ada pula yang lebih sadar dengan apa yang dikonsumsi. Namun pasca pandemi kebiasaan-kebiasaan itu perlahan tertinggal.

Kini, di tengah kehidupan kota yang semakin padat, sustainable living kembali relevan bukan sebagai tren sesaat, melainkan sebagai kebutuhan hidup.

Sustainable Living Guide yang Kontekstual untuk Kehidupan Kota

Sustainable living tidak selalu berarti perubahan besar atau gaya hidup ekstrem. Justru, bagi masyarakat perkotaan, pendekatan yang paling memungkinkan adalah yang mudah, praktis, dan bisa dijalani secara konsisten.

Mulai dari menghadirkan ruang hijau kecil di rumah, memahami cara mengelola sampah dengan lebih bertanggung jawab, hingga lebih sadar dalam memilih dan mengonsumsi makanan, semua itu adalah bagian dari praktik hidup lestari yang nyata. Yang sering menjadi tantangan bukan kurangnya niat, tetapi kurangnya panduan yang praktis dan relevan dengan keseharian kita.

Sustainable Living Guide: Panduan Praktis untuk Memulai

Menjawab kebutuhan tersebut, Kompas Gramedia bersama Kebun Kumara menghadirkan Sustainable Living Guide, sebuah kursus daring yang dirancang khusus untuk kehidupan perkotaan.

Kursus ini tidak bertujuan menuntut perubahan drastis, melainkan membantu karyawan memahami bahwa hidup lestari bisa dimulai dari rumah, dari kebiasaan kecil, dan dari langkah yang realistis. Materi dikemas singkat, aplikatif, dan mudah dipahami, sehingga dapat langsung diterapkan dalam keseharian, tanpa perlu mengubah ritme hidup secara drastis.

Karyawan akan mempelajari:

  1. Menghadirkan ruang hijau di rumah, sebagai langkah awal menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat.
  2. Tips dan trik berkebun di rumah, yang disesuaikan dengan ruang terbatas.
  3. 5R dan dasar-dasar pemilahan sampah, untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas sehari-hari.
  4. Responsible food consumption, agar lebih sadar terhadap apa yang dikonsumsi dan dampaknya. 

 

Seluruh materi Sustainable Living Guide dapat diakses oleh karyawan Kompas Gramedia melalui platform kognisi.mykg.id atau melalui tautan langsung https://bit.ly/SustainLiving3

Hidup lestari di kota bukan hal yang mustahil, asal kita tahu caranya memulai.