Cerita Penyintas Covid-19: Lawan Mati Rasa Saat Idap Corona

Published by CorComm

whatsapp image 2020 08 15 at 2 30 34 pm

Poster Webinar

saffri2

Saffri Sitepu Saat Jalani Perawatan di RS Sayang Rakyat Makassar

Sejumlah pasien terinfeksi virus korona yang sudah dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit disebut masih merasakan gejala seperti sesak napas dan mudah kelelahan. Bahkan untuk aktivitas yang rada berat seperti mencuci mobil, naik sepeda ataupun joging kecil pun masih ngos-ngosan.

Hal ini seperti yang dialami dan diceritakan oleh Kepala Biro KompasTV Makassar, Saffri Sitepu, yang menghabiskan waktunya untuk dirawat selama 21 hari di RSUD Sayang Rakyat Kota Makassar. Pria usia 43 tahun tersebut masih kesulitan untuk bernapas.

Pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 ini membeberkan pengalamannya kepada Presenter KompasTV Jakarta, Audrey Chandra, lewat program "Di Balik Layar KompasTV Network" pada Jumat, 21 Agustus 2020 mulai pukul 15:00 WIB secara virtual dan live streaming di YouTube dan Instagram.

Berdasarkan penuturan Saffri, saat-saat merasakan sakit dan tak berdaya, tak satu pun keluarga yang diperkenankan untuk menemaninya. Hanya pahlawan kemanusiaan di era pandemi inilah, para  tenaga kesehatan, yang tak henti-hentinya dan tanpa lelah memberikan semangat, motivasi, dan perawatan maksimal. Sehari-hari selama menjalani perawatan di ICU RS, Saffri diperlakukan bak keluarga sendiri dengan penuh kasih sayang oleh para dokter, perawat, dan tenaga rumah sakit lainya. Semua demi mendorong kondisi Saffri kembali pulih dan sembuh seperti sedia kala.

Selama menjalani perawatan, kondisi Saffri sempat menurun dan drop begitu mengetahui istri dan dua anaknya juga terkonfirmasi positif Covid-19 meski statusnya OTG (orang Tanpa Gejala).

Menurutnya, sebagian orang yang terpapar Covid-19 enggan bercerita tentang kondisi mereka sesungguhnya karena stigma di masyarakat bahwasanya mengidap virus ini merupakan suatu aib. Namun, pria asal Tanah Karo ini justru berpendapat bahwa kondisinya sebagai penyintas Covid-19 harus disampaikan kepada masyarakat agar mereka benar-benar sadar bahwa pandemi ini nyata. Dengan demikian, masyarakat tidak menyepelekan atau bahkan mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kendati sempat menandatangani surat dari RS tentang pemberlakuan pemulasaran jenazah sesuai Protap Covid-19 jika sampai sesuatu yang buruk terjadi, Saffri tetap bergeming dan berjuang mengalahkan sakit yang dideranya selama 21 hari. Baginya batuk, dahak, dan hilang rasa serta bau tak membuat patah semangat. Sambil terus berbaring istirahat melawan Covid-19, Saffri selalu berpikir positif bahwa Covid-19 bisa disembuhkan. Terbukti, setelah melalui dua kali tes usap, Saffri akhirnya dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19.

Kepulangan Saffri dari RS tidak serta-merta membuatnya langsung bisa bercengkerama dengan anak dan istri. Selama 14 hari, ia melakukan karantina mandiri dengan menerapkan protokol kesehatan, menjaga pola makan bergizi, minum vitamin dan suplemen serta berjemur matahari setiap pagi.

Kini, hari-hari Saffri sudah kembali seperti semula, meski sesekali masih mengaku merasakan sesak napas. Namun seiring kondisi kesehatannya kian membaik, berangsur-angsur rasa sesak napas itu pun berangsu mulai berlalu.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Kepala Biro KompasTV Makassar, Sulawesi Selatan, Saffri Sitepu yang berhasil berjuang melawan Covid-19, juga para tenaga kesehatan yang mendedikasikan diri untuk menyembuhkan dan menyemangati para penderita Covid-19 yang kian merebak dan terus bertambah. Tak lupa pula para penyintas Covid-19 yang berhasil berjuang hingga kembali sembuh dan beraktivitas seperti sedia kala.

Tetap jaga kesehatan, patuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker, hindari kerumunan, selalu jaga jarak, dan tentunya mencuci tangan dengan sabun. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu dari muka bumi ini agar kehidupan kembali normal. (*)

Content Writer

SYAHNANTO NOERDIN

News Content

KOMPAS GRAMEDIA - GROUP OF MEDIA