Langkah Tepat Mengendalikan Diabetes

Published by CorComm

Webinar Lifepack For Kompas Gramedia: Langkah Tepat Mengendalikan Diabetes telah berjalan dengan lancar pada Jumat, 18 September 2020. Webinar ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kerja sama antara Lifepack dan Kompas Gramedia dalam upaya membangun kesadaran karyawan mengenai salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia yaitu diabetes. Bersama dr. Rahmah Safitri Meutia Sp.PD FINASIM (Spesialis Penyakit Dalam) dan Henny (VP of Revenue Lifepack & Jovee), webinar berlangsung dengan kondusif selama kurang lebih 1,5 jam. 

Pembahasan dibuka dengan penjelasan dari dr. Rahmah tentang beberapa informasi mengenai diabetes, seperti fakta bahwa estimasi jumlah orang di seluruh dunia yang terkena diabetes mencapai 10 juta jiwa. Selain itu, berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia menempati peringkat ke-6 dalam jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia setelah China, India, Amerika Serikat, Brasil, dan Meksiko. Dapat dilihat bahwa hampir 80% dari para penderita diabetes berada di negara dengan penghasilan rendah dan menengah. 

Pada umumnya, diabetes dibagi ke dalam 4 tipe yaitu Diabetes Tipe 1, Diabetes Tipe 2, Diabetes Gestasional, dan Diabetes Tipe Lain. Tipe diabetes yang paling sering dijumpai di tengah masyarakat adalah Diabetes Tipe 2 yang sering disebut Diabetes Mellitus (DM). DM adalah penyakit gangguan metabolik yang disebabkan oleh gangguan metabolisme/produksi insulin sehingga kadar gula darah di dalam tubuh  meningkat. Tipe diabetes ini biasanya dialami oleh orang dewasa. 

Deteksi dini untuk mengetahui apakah seseorang terkena penyakit diabetes, khususnya DM, adalah dengan melakukan pemeriksaan kadar glukosa darah, mempunyai beberapa faktor risiko, hingga merasakan beberapa gejala umum dalam kesehariannya. Batas Normal Kadar Gula Darah Sewaktu bagi orang dewasa adalah <140 mg/dL sedangkan batas Normal Kadar Gula Darah Puasa adalah <100 mg/dL. Faktor risiko yang harus diwaspadai oleh orang dewasa karena tidak dapat dimodifikasi adalah ras, riwayat keluarga dengan Diabetes Mellitus, riwayat melahirkan bayi 4.000 gram, dan riwayat berat badan lahir rendah <2500 gram. Beberapa gejala yang rentan dialami oleh para orang dewasa yang menderita DM adalah:

- Buang air kecil berlebihan

- Rasa haus berlebihan

- Rasa lapar berlebihan

- Mudah lelah

- Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya

 

Diabetes Mellitus merupakan jenis penyakit kronik dengan berbagai komplikasi sehingga untuk mengendalikannya dibutuhkan pengertian, kesabaran, dan ketekunan agar kadar gula darah penderitanya dapat terus terkendali. Salah satu cara untuk mengontrol faktor risiko yang dapat dimodifikasi dari para penyandang DM adalah dengan memperbaiki gaya hidup, di antaranya: 

1. Memperbanyak aktivitas fisik. World Health Organization (WHO) menyarankan untuk melakukan olahraga intensitas sedang selama 150 menit per minggu, atau olahraga dengan intensitas tinggi selama 75 menit. 

2. Berolahraga secara teratur. Jenis olahraga yang direkomendasikan untuk penderita DM adalah tipe aerobik seperti joging, jalan cepat, bersepeda, berenang, dan senam aerobik. 

3. Memperbaiki pola makan/nutrisi sesuai kebutuhan. Penderita DM disarankan untuk menyusun konsumsi makanan sebesar 1.700 kalori dan mengkonsumsi serat sebanyak 25-30 g/hari. 

4. Mengendalikan penyakit kronik lainnya seperti hipertensi, dislipidemia, dan lain-lain. 

 

Terapi farmakologis baik secara oral maupun dengan insulin secara teratur sesuai arahan dokter juga harus dilakukan karena obat untuk satu pasien belum tentu dapat digunakan untuk pasien lain. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk minum obat sendiri berdasarkan pengalaman orang lain. Seorang penderita DM harus selalu memiliki ketekunan dan perhatian khusus dalam hal yang berkaitan dengan obat untuk mengontrol kadar gula darahnya. 

Dalam masa pandemi seperti ini, sebagian besar orang dianjurkan untuk diam di rumah untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Kerja sama antara Kompas Gramedia dengan Lifepack menjadi salah satu alternatif bagi para penderita penyakit kronik, seperti DM, yang butuh mengonsumsi obat secara teratur namun ingin mengurangi intensitas keluar rumah. Karyawan cukup berkonsultasi via dokter melalui Lifepack dan obat yang dibutuhkan akan langsung diantarkan ke rumah yang bersangkutan tanpa perlu membayar ongkos kirim. Hingga akhir bulan September, Karyawan Kompas Gramedia juga dapat menggunakan kode akses khusus KOMPASLPSEP20 untuk transaksi pertama kali sehingga transaksi dalam Lifepack tidak berbayar selama pagu karyawan masih mencukupi. Tunggu apa lagi? Yuk, registrasi dan pakai aplikasi Lifepack di bit.ly/KGLifepack sekarang juga dan cek poster di bawah ini untuk tahu informasi selengkapnya tentang Lifepack!

whatsapp image 2020 09 21 at 13 55 44

Content Writer

FEBE KINAWA PANGGUA

HR Expertise Analyst

KOMPAS GRAMEDIA - CORPORATE HUMAN RESOURCES