oleh: Cherly Piktiyani/Corp. Finance and Legal Director KG tahun 1999 – 2015, Finance Director PT Translingkar Kita Jaya – Tol Cijago tahun 2006 – sekarang
Walaupun tidak ada hubungan hierarki langsung dalam pekerjaan dengan Pak Ojong, beliau selalu memperlakukan saya, juga teman-teman saya, sebagai anak buah, anak, dan sahabat yang siap mendengarkan pendapat kami.
Pada suatu hari libur, saya dilibatkan dengan urusan kantor, yang waktu itu saya anggap bukan pekerjaan saya. Saya diajak ke Sukabumi untuk menagih utang. Dalam perjalanan pulang, selalu ada pesan tentang manfaat berkenalan dengan relasi. Saya menyadari Pak Ojong berharap banyak pada saya, tidak sekadar sebagai staf accounting saja. Pak Ojong selalu menanyakan kursus-kursus yang saya lakukan atas biaya sendiri, Beliau selalu membakar semangat saya untuk mengumpulkan pengetahuan sebanyak-banyaknya.
Suatu ketika, entah keberanian dari mana, saya mengajak beliau dagang sapi. Setelah beliau mengetahui siapa pengelolanya, pelaksanaannya, dan tanggung jawab keuangannya, serta dapat dilakukan di luar jam kerja, akhirnya beliau mendukung saya dengan sistem bagi hasil. Saya teringat gelak tawa beliau yang menggelegar sambil mengatakan, “Mari kita coba.”
Betapa terharu saya waktu itu. Beliau tidak meremehkan ide dan semangat saya. Tak kalah penting, ternyata saya telah memperoleh kepercayaannya dan mendapatkan ilmu manajemen. Kita dituntut selalu bertanggung jawab atas pengeluaran keuangan. Demikian halnya dengan office boy; saat diminta beli gorengan, uang receh pun harus dikembalikan. Beliau tak segan-segan memecat karyawan yang mengambil koran lebih dari jatahnya. Ia mencontohkan kepada semua orang bahwa kejujuran adalah mutlak tanpa kompromi.