Waspadai Penyakit Stroke Sedari Dini

Published by CorComm

Sekarang ini, masih banyak kesalahpahaman yang beredar di masyarakat mengenai Stroke, seperti mitos bahwa Stroke hanya terjadi pada orang tua dan tidak dapat dicegah. Umumnya penderita Stroke adalah seseorang yang berusia 60 tahun ke atas, namun saat ini Stroke banyak menyerang orang di bawah usia 60 tahun bahkan bayi atau anak-anak. Data Sample Registration Survey dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2014 menunjukkan bahwa Stroke termasuk 3 besar penyebab kematian di Indonesia.

Stroke merupakan kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Apabila tidak segera ditangani, Stroke dapat memicu penyakit komplikasi lainnya dan meningkatkan kerusakan otak. Obesitas pada usia remaja dan anak akan meningkatkan risiko stroke seumur hidup. Obesitas meningkatkan risiko Hipertensi, kolesterol tinggi, dan Diabetes. Hipertensi yang diikuti dengan Diabetes dan kolesterol tinggi merupakan kondisi yang paling sering meningkatkan risiko terjadinya stroke di Indonesia.

Pemicu Stroke yang dialami oleh orang muda tidak terlepas dari kondisi dan gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, hingga kecanduan alkohol. Terdapat 5 gejala Stroke yang sebenarnya bisa diwaspadai atau dirasakan tubuh:

1. Mati rasa pada satu sisi tubuh 

2. Sakit kepala hebat yang datang secara tiba-tiba

3. Masalah penglihatan seperti penglihatan yang kabur 

4. Pusing atau kelelahan tanpa alasan

5. Kekakuan pada leher atau nyeri bahu

 

Cara mencegah Stroke yang paling ampuh adalah menjalani gaya hidup sehat seperti pola makan yang teratur, rajin melakukan olahraga, tidak merokok, hingga tidur yang cukup pada malam hari. Tidur selama tujuh hingga delapan jam per hari dan olahraga 30-60 menit per hari selama tiga kali seminggu bisa mengurangi risiko stroke. Selain itu, untuk mencegah faktor risiko Stroke sedari dini, seseorang harus rutin memeriksakan kesehatannya kepada dokter secara berkala seperti gula darah dan kolesterol. 

Berbagai penyakit rentan menyerang di tengah kondisi pandemi seperti ini mulai dari Hipertensi, Diabetes, hingga berujung kepada Stroke yang membutuhkan masa pemulihan yang cukup lama. Terkena Stroke di usia muda dapat menyebabkan seseorang kehilangan masa produktifnya. Kesehatan adalah salah satu hal penting yang harus dijaga oleh seluruh karyawan Kompas Gramedia. Kerja sama antara Kompas Gramedia dengan Lifepack, penyedia layanan kesehatan digital berupa konsultasi dengan dokter umum secara  gratis dan tebus obat lebih mudah, menjadi salah satu wujud kepedulian perusahaan kepada karyawan. 

Konsultasi yang dapat dilakukan secara digital dan obat yang diantarkan langsung ke karyawan sehingga karyawan dapat meminimalisir pergi keluar rumah dapat membantu karyawan untuk menjaga kesehatan apabila sudah mulai merasakan gejala-gejala suatu penyakit agar penyakit tersebut tidak menjadi faktor risiko penyakit lain yang lebih berat. Kode akses khusus KOMPASLPSEP20 masih dapat digunakan oleh karyawan Kompas Gramedia agar transaksi yang dilakukan dalam Lifepack ditanggung perusahaan selama pagu karyawan masih mencukupi. Selain itu, hingga akhir September, karyawan Kompas Gramedia yang membeli obat menggunakan Lifepack tidak perlu membayar ongkos kirim ke kediaman masing-masing. Segera registrasi dan pakai aplikasi Lifepack di bit.ly/KGLifepack untuk menjaga kesehatan badan sehingga tetap optimal di masa pandemi! (*)

 

whatsapp image 2020 09 21 at 13 55 44

Content Writer

FEBE KINAWA PANGGUA

HR Expertise Analyst

KOMPAS GRAMEDIA - CORPORATE HUMAN RESOURCES