Sebagai bagian dari komitmen Kompas Gramedia dalam membangun budaya pengelolaan sampah di lingkungan kerja, sebanyak 17 karyawan mengikuti program “Jelajah Pengelolaan Sampah bersama Rekosistem” yang diselenggarakan di Rekosistem Hub Ciawi, Bogor, pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada para peserta yang aktif berpartisipasi dalam program pengelolaan sampah melalui KG Waste Station, sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Tur pengelolaan sampah ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi bagi karyawan yang telah berhasil memenangkan tantangan setor sampah ke KG Waste Station selama periode bulan Februari-April 2026. Mengangkat tema “Dari Sampah Jadi Cuan!” tur pengelolaan sampah ini dirancang untuk memberikan pemahaman bahwa sampah tidak hanya merupakan isu lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan melalui pengelolaan yang tepat. Melalui tur ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai proses pengelolaan material pascakonsumsi, khususnya plastik PET dari botol minuman, mulai dari tahap pemilahan dan pengumpulan hingga masuk ke rantai daur ulang untuk diolah kembali menjadi bahan baku yang memiliki nilai ekonomi. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi berbagi mengenai praktik pengelolaan sampah di Indonesia, tantangan pengelolaan sampah di lingkungan perkantoran, dan peran individu ataupun unit dalam mengelola sampah yang disampaikan oleh Rekosistem. Junior Partnerships Manager Rekosistem Lydia Sekar mengungkapkan, "Saat ini praktik pengelolaan sampah yang berlaku adalah secara linear, ambil angkut dan buang, untuk bisa mewujudkan pengelolaan sampah yang integratif sistemnya harus sirkular, dari awalnya barang ya kembali harus jadi barang lagi.” Pada kesempatan tersebut, Strategy, Report, and Communication Stream Head of Sustainability Office Kompas Gramedia  Dimas Fikhriadi juga berbagi mengenai perkembangan implementasi KG Waste Station dan mengajak peserta untuk menjadi agen perubahan serta menularkan semangat pengelolaan sampah di unitnya. “Salah satu pilar keberlanjutan adalah people, dalam hal ini adalah karyawan. Untuk bisa kita mengurangi sampah, tidak bisa mengandalkan Office Boy (OB) saja tapi memang aksi kolektif," kata Dimas. Kegiatan dilanjutkan dengan tur Rekosistem Hub untuk melihat berbagai tahapan pengelolaan sampah, mulai dari area penerimaan material, proses pemilahan, teknologi pemadatan material daur ulang, hingga pengemasan dan distribusi material kepada industri pengolah. Di sini peserta melihat langsung bahwa sampah yang mereka kumpulkan di KG Waste Station benar-benar diolah. Dalam kurun waktu 4 bulan, karyawan Kompas Gramedia berhasil mencegah kurang lebih 4 ton sampah ke Bantargebang. Tentu ini merupakan pencapaian kolektif buah hasil kesadaran karyawan Kompas Gramedia yang memulai langkah kecil untuk memilah sampah.  Salah satu pembelajaran utama yang diperoleh peserta adalah pemahaman bahwa sampah yang dipilah dengan baik memiliki nilai ekonomi yang signifikan dan dapat kembali masuk ke rantai ekonomi sirkular sebagai bahan baku baru.  “Kalau sampah tidak dipilah, dia akan terbuang begitu saja, nggak punya nilai dan berakhir di TPA. Tapi kalau sudah dipilah dari sumber, kita akan mudah untuk mengolahnya. Industri pengelolaan sampah di Indonesia ini sudah banyak dan tentu dari segi bisnis menjanjikan, tapi banyak yang belum tau. Padahal kalau dari aksi sederhana memilah, sampah jadi bernilai,” ucap Waste Manager Reko Hub Ciawi Hanif. Tur ditutup dengan workshop daur ulang membuat gantungan kunci dari tutup botol PET sebagai pengalaman langsung dalam mengolah kembali material pasca konsumsi menjadi produk yang bernilai guna. Para peserta terlihat antusias saat mereka mencoba melelehkan tutup botol plastik. Tutup botol plastik yang hanya dipandang sebelah mata didaur ulang menjadi aksesoris cantik yang memperpanjang daur hidup plastik.  “Hari ini jadi tahu ke mana sampah yang kita telah kumpulkan di kantor ternyata benar dikelola dan jadi tahu sampah itu bernilai. Jadi tahu juga ternyata pengelolaan sampah membuka lapangan kerja dan itu bagus sekali,” ujar Bernard, salah satu peserta tur. Melalui program ini, Kompas Gramedia berharap semakin banyak karyawan yang memahami pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, serta terinspirasi untuk menjadi agen perubahan yang mendorong praktik keberlanjutan di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kompas Gramedia untuk mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

CONTINUE READING

CATEGORY Info KG

PUBLISHED Jun 15, 2026

Looking For Community?
Discount For You!